Tautan-tautan Akses

Lebih dari 10.000 orang tewas selama epidemi Ebola di Afrika Barat. Berbagai instansi melakukan upaya untuk mencegah virus mematikan itu merajalela lagi di masa depan.

Wabah Ebola tahun 2014 di Afrika Barat adalah yang mematikan dalam sejarah, dan para pakar kesehatan berupaya mencegahnya mewabah lagi.

Negara-negara memang telah resmi menyatakan bebas Ebola. Namun tantangan tetap ada. Dan karena alasan itulah instansi-instansi kesehatan seperti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) terus berupaya melakukan pencegahan.

Menurut Dr. Barb Marston, Ketua Urusan Negara-negara yang Dilanda Ebola di CDC, "Virus itu masih bisa hidup dalam tubuh orang-orang yang sembuh dari Ebola dan kemudian bisa menyebar ke orang lain dan memulai wabah baru. Faktanya, telah ada tujuh kelompok kasus Ebola sejak epidemi itu diatasi: tiga di Liberia, tiga di Sierra Leone dan satu di Guinea."

Negara-negara kini lebih siap, kata direktur negara Liberia di CDC, Dr. Desmond Williams. "Bulan Maret terjadi sebuah kasus di wilayah terpencil di Guinea. Salah seorang kontak dari keluarga itu pindah ke ibukota Liberia, Monrovia. Tapi karena kedua pemerintah sudah lebih siap, mereka bisa membatasi penularan penyakit itu. Ketika itu yang terjangkiti hanya 13 orang, dan 9 orang diantaranya meninggal dunia," tambahnya.

Dr. Barb Marston mengatakan fokus CDC di ketiga negara itu adalah melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pengawasan, laboratorium dan peningkatan kapasitas manusia.

"Sekarang ini kami memiliki tim beranggotakan 50 sampai 60 orang Amerika yang ditugaskan di ketiga negara itu secara permanen plus beberapa staf lokal dan beberapa staf CDC yang ditugaskan sementara untuk membantu," jelasnya.

Meskipun epidemi telah selesai, berbagai rumah sakit di AS tetap siaga. Dr. Colleen Kraft bekerja di Rumah Sakit Universitas Emory di Atlanta, yang merawat empat pasien Ebola. Dia mengatakan kini semua pekerjaannya terkait dengan Ebola.

“Nebraska, Emory dan Bellevue tergabung dalam sebuah kelompok bernama
NETEC, yang merupakan pusat pendidikan dan pelatihan Ebola. Pada dasarnya kami ditugaskan untuk melatih, mendidik, dan mengunjungi setiap rumah sakit di AS yang dipersiapkan untuk merawat pasien Ebola,” tambahnya.

Negara-negara yang dilanda Ebola dan organisasi-organisasi di seluruh dunia mendedikasikan sumber daya yang besar untuk memberantas epidemi penyakit itu.

Dengan persiapan, pengawasan dan kerjasama masyarakat, mereka berharap apabila wabah berikutnya terjadi, mereka bisa mengekang penularannya dan mengurangi jumlah korban. [vm/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG