Tautan-tautan Akses

DK PBB Adakan Pembicaraan Mendadak soal Krisis Mali


Suasana rapat Dewan Keamanan PBB di Kantor Pusat PBB, New York (Foto: dok)

Suasana rapat Dewan Keamanan PBB di Kantor Pusat PBB, New York (Foto: dok)

PBB mengatakan sedikitnya 200.000 orang warga telah melarikan diri untuk menghindari kerusuhan yang berlangsung di Mali utara.

Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat mengenai Mali hari Selasa, sementara pemimpin kudeta militer tetap berkuasa dan negara-negara di Afrika Barat mengenakan sanksi diplomatik dan keuangan terhadap negara itu.

Para pemimpin dari Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat, atau ECOWAS, hari Senin memutuskan untuk menutup semua perbatasan negara-negara anggotanya dengan Mali, dan menghentikan aliran uang ke negara itu, yang bergantung pada bank sentral kawasan itu.

Hari Selasa, antrean panjang terjadi di pom-pom bensin di ibukota, Bamako, di mana banyak penduduk muncul dengan jerigen dan botol plastik. Banyak di antara mereka mengatakan menimbun minyak karena khawatir negara itu akan segera kehabisan BBM.

Mantan Presiden Nigeria Olusegun Obasanjo memberitahu VOA ia yakin ECOWAS akan mampu mengatasi krisis itu. Dia mengatakan, kelompok itu seharusnya mendorong prajurit agar kembali ke barak, diikuti transisi menuju pemilu dan kembali ke demokrasi.

Tentara merebut kekuasaan dari Presiden Amadou Toumani Toure tanggal 22 Maret, menuduhnya gagal memberi tentara sumber daya yang memadai untuk menghentikan pemberontak Tuareg di wilayah utara negara itu.

Pemberontak melancarkan serangan hari Jumat dan dengan cepat merebut tiga kota utama yang dikuasai militer.

Sebuah kelompok militan Islamis bernama Ansar Dine juga telah memasuki berapa daerah dan mulai menerapkan syariah, atau hukum Islam. Ansar Dine telah dikaitkan dengan cabang al-Qaida di Afrika utara yang dikenal sebagai al-Qaeda di Maghreb Islam, atau AQIM.

Hari Selasa, PBB mengatakan sedikitnya 200.000 orang telah melarikan diri dari kerusuhan di Mali utara, sekitar setengah dari jumlah itu mencari perlindungan di negara-negara tetangga Burkina Faso dan Mauritania.
XS
SM
MD
LG