Tautan-tautan Akses

DK PBB Tambahkan Sanksi Baru atas Peluncuran Roket Korut


Peluncuran roket jarak jauh Korea Utara hari Minggu (7/2).

Peluncuran roket jarak jauh Korea Utara hari Minggu (7/2).

Dewan Keamanan PBB mengutuk keras peluncuran roket jarak jauh Korea Utara hari Minggu (7/2).

Roket yang diluncurkan Minggu (7/2) membawa – apa yang disebut Pyongyang sebagai ‘satelit’ – diluncurkan dari fasilitas peluncuran satelit Tongchang-ri di Korea Utara, yang terletak di dekat perbatasan barat laut China.

Dalam rapat yang jarang dilakukan pada hari Minggu (7/2), beberapa anggota Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan tertutup selama 90 menit untuk membahas langkah-langkah berikutnya guna menghadapi Korea Utara yang dikenal suka menantang itu.

Duta Besar Venezuela Rafael Ramirez – yang bulan ini menjabat sebagai presiden Dewan Keamanan – membacakan pernyataan dari dewan yang mengatakan peluncuran itu “dan juga peluncuran apapun yang menggunakan teknologi misil balistik yang dilakukan Korut, meskipun dinyatakan sebagai peluncuran satelit atau peluncuran kendaraan antariksa” – adalah “pelanggaran serius” resolusi Dewan Keamanan PBB tahun 2006.

Dewan itu mengatakan siap “mengambil langkah-langkah baru yang signifikan” guna menanggapi uji nuklir Korea Utara 6 Januari lalu dan peluncuran roket hari Minggu.

Dewan Keamanan PBB memberlakukan empat putaran sanksi yang lebih tegas terhadap Korea Utara sebagai tanggapan atas uji misil balistik dan uji nuklir yang dilakukan sejak tahun 2006. “Saat ini jelas bahwa sanksi-sanksi yang sudah diberlakuan tidak menghentikan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir dan sistem peluncuran lebih jauh”, demikian ujar Duta Besar Korea Untuk PBB Oh Joon. [em/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG