Tautan-tautan Akses

DK PBB Minta Gencatan Senjata Segera di Gaza


Seorang petugas medis membantu seorang warga Palestina di daerah Shejaia yang dibombardir tembakan oleh Israel, di Gaza City (20/7). (Reuters/Finbarr O'Reilly)

Seorang petugas medis membantu seorang warga Palestina di daerah Shejaia yang dibombardir tembakan oleh Israel, di Gaza City (20/7). (Reuters/Finbarr O'Reilly)

Dewan Keamanan PBB menegaskan perlunya memperbaiki situasi kemanusiaan di sana, termasuk melindungi warga sipil.

Dewan Keamanan PBB meminta gencatan senjata segera diberlakukan di Jalur Gaza dan menyatakan keprihatinan dengan semakin parahnya kekerasan di sana, sementara Israel meningkatkan serangannya lewat darat dan udara terhadap militan Hamas.

Dewan itu merilis pernyataan Minggu malam (20/7) setelah menggelar sidang darurat. Mereka menegaskan perlunya memperbaiki situasi kemanusiaan di sana, termasuk melindungi warga sipil.

Minggu menjadi hari yang memakan paling banyak korban jiwa sejak konflik itu pecah hampir dua minggu lalu. Bentrokan itu menewaskan paling tidak 65 orang Palestina dan 13 tentara Israel. Dua orang Amerika juga tewas.

Duta Besar Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan pihaknya sempat mengharapkan resolusi dewan yang mengutuk agresi Israel atas rakyat Palestina dan agar mereka segera mendapat perlindungan.

Sebelum sidang berakhir, Duta Besar Israel untuk PBB Ron Proser mengatakan mereka menghentikan operasi militer hanya jika serangan roket Hamas dari Gaza ke negaranya juga berakhir.

Israel melancarkan serangan yang menurut mereka bertujuan menghancurkan cadangan rudal dan terowongan-terowongan yang telah dibangun Hamas untuk menyusup masuk Israel.

Sejak 8 Juli, sedikitnya 430 orang Palestina telah tewas, sebagian besar warga sipil, dan ribuan lainnya terpaksa mengungsi. Dua warga sipil Israel telah tewas.

Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat Minggu malam mengenai krisis di Jalur Gaza, sementara Israel meningkatkan ofensifnya lewat udara dan darat terhadap Hamas.

Yordania meminta dewan melakukan sidang setelah sekitar 100 orang Palestina dan 13 tentara Israel dilaporkan tewas Minggu, sebagian besar di daerah Shijaiyah.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon – yang berada di Timur Tengah dalam usaha mencapai gencatan senjata – mengutuk pertumpahan darah Minggu itu dan mendesak segera diakhirinya pertempuran.

Ribuan orang Palestina Minggu mengungsi dari Shijaiyah, di mana jalan-jalan dipenuhi mayat dan reruntuhan. Para pejabat medis Palestina mengatakan jumlah korban tewas akibat gempuran Israel atas Gaza dalam hampir dua minggu ini telah melampaui 400 orang, sebagian besar warga sipil.

Duta Besar Israel untuk PBB membantah seorang tentara Israel diculik di Gaza, seperti yang dilaporkan Hamas.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG