Tautan-tautan Akses

DK PBB Desak Penyelidikan atas Dugaan Gas Klorin di Suriah


Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja’afari membantah penggunaan gas klorin di negaranya (foto: dok).

Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja’afari membantah penggunaan gas klorin di negaranya (foto: dok).

DK PBB telah meminta penyelidikan atas sejumlah dugaan penggunaan gas klorin di beberapa kota di Suriah hari Rabu (23/4).

Dewan Keamanan PBB hari Rabu (23/4) meminta penyelidikan atas sejumlah dugaan penggunaan gas klorin di beberapa kota di Suriah yang mengakibatkan korban tewas dan cedera.

Duta Besar Nigeria untuk PBB U. Joy Ogwu – yang saat ini menjabat presiden dewan itu – mengatakan dugaan tersebut dibahas dalam rapat tertutup Dewan Keamanan seusai mendengar keterangan Sigrid Kaag, yang memimpin misi pemusnahan senjata kimia Suriah.

Namun, kata Ogwu, para anggota Dewan Keamanan tidak membahas siapa yang sebaiknya melakukan penyelidikan itu.

Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja’afari mengatakan pemerintahnya secara tegas membantah penggunaan gas klorin.

Ia juga menolak penyebutan gas klorin sebagai senjata kimia dan mengatakan “klorin adalah zat biasa yang digunakan sebagai pemutih ketika mencuci pakaian atau membasmi kuman di kolam renang.”

Ia mengatakan tuduhan itu bertujuan mengganggu “keberhasilan persiapan pemilu presiden di Suriah” yang dijadwalkan berlangsung 3 Juni. Meski belum ada pengumuman, Presiden Suriah Bashar Assad diperkirakan akan mencalonkan diri.

Dalam dua surat kepada presiden Dewan Keamanan PBB tertanggal 11 April dan 16 April, utusan khusus pihak oposisi Suriah ke PBB menuduh rezim Suriah menggunakan zat-zat kimia dalam dua serangan terpisah dalam beberapa hari ini.
XS
SM
MD
LG