Tautan-tautan Akses

DK PBB Usulkan Pengalihan Kekuasaan di Yaman


Prakarsa Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menetapkan Presiden Saleh menyerahkan kekuasaan kepada penjabat sementara.

Prakarsa Dewan Kerjasama Teluk (GCC) menetapkan Presiden Saleh menyerahkan kekuasaan kepada penjabat sementara.

Resolusi yang diterima dengan suara bulat hari Jumat oleh 15 anggota dewan keamanan, adalah resolusi pertama terhadap Yaman.

Dewan Keamanan PBB mengutuk tindakan pemerintah Yaman menumpas pembangkang dan mendesak Presiden Ali Abdullah Saleh agar mundur.

Resolusi, yang diterima dengan suara bulat hari Jumat oleh 15 anggota dewan keamanan, adalah resolusi pertama terhadap Yaman sejak aksi protes luas dimulai di sana musim semi lalu.

Disebutkan, Yaman telah menggunakan kekuatan berlebihan terhadap demonstran dan menyatakan “mereka yang bertanggungjawab atas kekerasan, pelanggaran HAM dan penyiksaan harus diadili.''

Pemungutan suara itu dilakukan dua hari setelah pemenang Hadiah Nobel Perdamaian dari Yaman dan aktivis oposisi Tawakkul Karman bertemu Sekjen PBB Ban Ki-moon di New York untuk mendesakkan resolusi.

Hari Jumat, Karman menyambut baik resolusi itu tapi menyatakan hal itu tidak cukup. Menurutnya, rakyat Yaman ingin melihat Saleh diadili di Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag.

Resolusi PBB itu malah menegaskan kembali dukungan bagi usul dewan kerjasama teluk yang mengimbau Presiden Saleh agar mengalihkan kekuasaan kepada seorang wakil sebagai imbalan kekebalan dari tuntutan hukum. Presiden Saleh beberapa kali menyetujui rencana itu, tapi setiap kali, ia mundur tanpa menandatangani kesepakatan itu.

Selama 10 bulan ini para aktivis oposisi menuntut diakhirinya kekuasaan otokratis Saleh yang telah berlangsung 33 tahun. Puluhan orang tewas dalam kekerasan terkait protes dalam beberapa hari terakhir.

XS
SM
MD
LG