Tautan-tautan Akses

Dituduh Membunuh, Diplomat AS Ditahan di Pakistan


Pegawai konsulat AS di Lahore, Pakistan yang disebut bernama Raymond Davis saat ditahan oleh polisi Pakistan, Jumat (28/1).

Pegawai konsulat AS di Lahore, Pakistan yang disebut bernama Raymond Davis saat ditahan oleh polisi Pakistan, Jumat (28/1).

Staf konsulat AS itu ditahan sehari setelah ia menembak tewas dua warga Pakistan, yang menurutnya adalah tindakan bela diri.

Para pejabat Pakistan mengatakan, seorang pegawai konsulat Amerika ditahan dengan dakwaan membunuh dua orang, sehari setelah ia menembak tewas dua warga Pakistan, yang menurutnya adalah tindakan bela diri.

Menurut polisi, diplomat Amerika tadi sedang berhenti di lampu merah di Lahore ketika dua lelaki bersepeda motor menembaki mobilnya. Diplomat itu membalas menembak dan memberitahu tim keamanan Amerika yang bermobil di belakangnya. Kedua lelaki itu yang ditembak itu meninggal di rumahsakit.

Para pejabat Pakistan mengatakan, seorang lelaki Pakistan lain tewas ditabrak mobil konsulat Amerika yang bergegas datang untuk menolong diplomat itu. Para pejabat Amerika belum mengidentifikasi pegawai konsulat itu atau menjelaskan status diplomatiknya.

Penembakan ini dapat kian mengobarkan rasa anti-Amerika di Pakistan, yang merebak akibat serangan pesawat tak berawak Amerika di Pakistan barat laut.

Kepala berita harian sayap kanan The Nation hari Jumat berbunyi “Rambo Amerika Mengamuk di Lahore.”

Terjadi demonstrasi kecil hari Jumat di Karachi dan Islamabad di mana demonstran membakar bendera Amerika dan meneriakkan slogan-slogan anti Amerika.

Perdana Menteri Pakistan, Yousuf Raza Gilani, kepada wartawan hari Jumat mengatakan penyelidikan atas insiden itu dilanjutkan dan bahwa semua yang terkait kasus itu harus dilakukan sesuai hukum.

Jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika PJ Crowley mengatakan hari Kamis, Amerika akan bekerjasama penuh dengan penyidikan Pakistan terkait insiden itu.

XS
SM
MD
LG