Tautan-tautan Akses

Ditakutkan Bunuh Diri, Tersangka Pembunuhan Turis di Bali Diawasi Ketat


Heather Mack di kantor polisi Bali saat dibawa untuk diinterogasi atas kematian ibunya (14/8). (AP/Firdia Lisnawati)

Heather Mack di kantor polisi Bali saat dibawa untuk diinterogasi atas kematian ibunya (14/8). (AP/Firdia Lisnawati)

Semua bahan yang dapat digunakan untuk bunuh diri seperti tambang, celana panjang dan pakaian dengan tali dijauhkan dari kedua tersangka tersebut.

Sepasang warga Amerika yang menjadi tersangka pembunuhan ibu salah satu dari mereka dan menyimpan jenazahnya di koper di sebuah hotel mewah di Bali, diawasi secara ketat karena ditakutkan bunuh diri, menurut pengacara mereka, Rabu (20/8).

Haposan Sihombing, pengacara Indonesia yang ditunjuk mendampingi pasangan tersebut oleh Kepolisian Bali, mengatakan Heather Mack dan pacarnya, Tommy Schaefer, menolak berbicara pada para penyelidik. Pengacara mereka dari Amerika Serikat mengatakan bahwa Mack sedang hamil dua bulan dan mengeluhkan perlakuan di tahanan.

Sihombing mengatakan Mack, 19, ditahan di kantor polisi Denpasar, sementara Schaefer, 21, ditahan secara terpisah di kantor polisi daerah Bali. Belum ada yang resmi menjadi tersangka, namun polisi mengatakan mereka menyelidiki kemungkinan pembunuhan terencana, yang dapat dijatuhi hukuman maksimal yaitu hukuman mati.

"Semua bahan yang dapat digunakan untuk bunuh diri seperti tambang, celana panjang dan pakaian dengan tali dijauhkan dari mereka," ujar Sihombing.

Jenazah ibu Mack, Sheila von Wiese-Mack, 62, ditemukan minggu lalu dalam koper di dalam bagasi taksi di sebuah hotel mewah di Nusa Dua. Pasangan tersebut ditahan esoknya di sebuah hotel berjarak sekitar 10 kilometer.

Pasangan itu mengatakan pada polisi bahwa von Wiese-Mack dibunuh perampok, sementara mereka berhasil melarikan diri. Video kamera keamanan menunjukkan bahwa korban sebelumnya terlibat pertengkaran dengan Schaefer di lobi hotel pertama.

Jenazah von Wiese-Mack diterbangkan ke Amerika Rabu. Otopsi menunjukkan ia mati lemas setelah hidungnya patah akibat pukulan benda tumpul.

Sihombing mengatakan kedua tersangka menolak berbicara pada para penyelidik sampai kedatangan pengacara mereka dari Amerika, Michael Elkin, yang menuju Indonesia Rabu.

"Saya sudah memberitahu mereka bahwa lebih baik bekerjasama karena hal itu dapat membuat hukuman lebih ringan," ujar Sihombing.

Laporan polisi Chicago menunjukkan bahwa Mack sudah berulangkali melakukan kekerasan pada ibunya.

Von Wiese-Mack adalah janda dari pencipta musik jazz dan klasik terkemuka James L. Mack, yang meninggal dunia pada 2006 pada usia 76 tahun.

Pada Rabu, koran Chicago Sun-Times mengatakan bahwa von Wiese-Mack mendapatkan lebih dari US$800.000 melalui proses hukum pada 2011, sebagian dari uang tersebut awalnya diperuntukkan untuk Heather Mack.

Catatan pengadilan menunjukkan bahwa von Wiese-Mack dan almarhum suaminya menerima ganti rugi dalam kasus hukum antara pasangan tersebut dan kapal pesiar Royal Caribbean Cruises Ltd.

Setengah juta dolar dari uang itu dimasukkan ke dalam harta suaminya dan ditujukan untuk putrinya melalui surat wasiat awal. Namun pada 2011, hakim mengizinkan von Weise-Mack untuk membayar $500.000 sebagai "penerima tunggal" harta tersebut. (AP)

XS
SM
MD
LG