Tautan-tautan Akses

Direktur IAEA: Keamanan Nuklir Harus Ditingkatkan


Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano
Direktur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Yukiya Amano

Yukiya Amano mengatakan di Wina, keamanan nuklir tetap tanggungjawab nasional, tetapi PBB harus diberi akses meninjau PLTN-PLTN.

Direktur badan pengawas nuklir PBB mendesak dunia agar mempelajari kembali langkah-langkah keamanan setelah kecelakaan di fasilitas nuklir Fukushima Daiichi Jepang tiga bulan silam.

Yukiya Amano mengatakan kepatuhan terhadap praktik-praktik saat ini “bukan pilihan.” Pernyataannya dilontarkan pada awal pertemuan sepekan Badan Energi Atom Internasional, IAEA, di Wina, hari Senin.

Amano mengatakan keamanan nuklir harus tetap menjadi tanggungjawab nasional, tetapi ia mengatakan para pakar PBB harus diizinkan meninjau PLTN-PLTN.

Tidak ada regulasi keamanan nuklir internasional yang bersifat wajib, melainkan hanya rekomendasi-rekomendasi IAEA agar regulator negara bertanggungjawab dalam penegakan regulasi itu. Amano meminta diperkuatnya standar-standar IAEA dan memastikan penerapannya.

IAEA akan melansir laporan yang berisi kritik mengenai cara penanganan Jepang terhadap krisis nuklir di PLTN Fukushima Daiichi. Evaluasi tersebut, berdasarkan laporan misi pencari fakta untuk Fukushima, menyatakan, para pejabat Jepang gagal mengantisipasi ancaman terhadap fasilitas-fasilitas nuklir dari gempa bumi dan tsunami.

Disebutkan pula bahwa penduduk sekitar tidak dievakuasi sesuai standar IAEA setelah krisis yang dipicu oleh gempa bumi dan tsunami pada bulan Maret.

XS
SM
MD
LG