Tautan-tautan Akses

Dinosaurus Mulai Punah sebelum Hujan Meteor Besar-besaran


Dinosaurus diperkirakan pernah mendominasi Bumi kita kira-kira selama 150 juta tahun (foto; dok).

Dinosaurus diperkirakan pernah mendominasi Bumi kita kira-kira selama 150 juta tahun (foto; dok).

Studi terbaru mengklaim dinosaurus sudah mulai menghadapi kepunahan jutaan tahun sebelum bencana meteor terjadi.

Sebuah studi mengklaim dinosaurus sudah mulai menghadapi kepunahan jutaan tahun sebelum bencana meteor terjadi, yang diyakini sebagai penyebab akhir punahnya Dinosaurus.

Sebelumnya, diyakini meteor, yang menabrak bumi 66 juta tahun lalu, merupakan faktor utama kepunahan reptil raksasa tersebut.

"Kami tidak memperkirakan hasil ini. Sementara dampak asteroid masih menjadi kemungkinan utama kepunahan total dinosaurus, jelas bahwa mereka sudah melewati masa kematangan dalam hal evolusi," menurut Manabu Sakamoto dari University of Reading, ahli paleontologi yang memimpin penelitian ini.

Melalui analisa statistik dari catatan fosil, para peneliti mengatakan 50 juta tahun sebelum bencana meteor, terjadi sebuah penurunan dari semua jenis dinosaurus, tapi jenis dinosaurus berleher panjang Sauropod yang menurun lebih cepat. Jenis dinosaurus seperti Tyrannosaurus rex menunjukan penurunan jumlah yang lebih lambat.

"Pekerjaan kami merupakan terobosan dalam hal itu, sekali lagi, itu akan mengubah pemahaman kita tentang nasib makhluk-makhluk raksasa ini," kata Sakamoto.

"Sementara ‘kiamat’ tiba-tiba mungkin memusnahkan mereka, hal lain sudah terjadi lebih dahulu yang mencegah dinosaurus berkembang menjadi spesies baru secepat matinya spesies tua. Ini menunjukkan selama puluhan juta tahun sebelum punah, dinosaurus mulai menurun mayoritasnya sebagai spesies dominan di bumi," imbuhnya.

Dinosaurus mendominasi dunia kira-kira 150 juta tahun, tetapi menurut penulis lain dalam studi itu, Mike Benton dari University of Bristol, mereka kehilangan kemampuan untuk "speciate" atau berkembang cukup cepat dalam menanggapi faktor-faktor seperti "pecahnya daratan benua, aktivitas gunung berapi yang berkelanjutan dan faktor ekologi lainnya."

Studi ini diterbitkan dalam Proceedings of the National of Sciences. [zb/al]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG