Tautan-tautan Akses

Dinilai Ambil Langkah Mundur, Pemilu Ukraina Tuai Kecaman


Hasil perhitungan sementara pemilu parlemen Ukraina menunjukkan partai berkuasa pimpinan Presiden Viktor Yanukovych sementara unggul (28/12).

Hasil perhitungan sementara pemilu parlemen Ukraina menunjukkan partai berkuasa pimpinan Presiden Viktor Yanukovych sementara unggul (28/12).

Organisasi bagi Kerjasama dan Keamanan di Eropa (OSCE) mengecam Ukraina terkait pemilu legislatif hari Minggu yang tampaknya dimenangkan partai berkuasa.

Para pemantau internasional mengecam Ukraina terkait pemilu legislatif hari Minggu, di mana hasil awal menunjukkan bahwa partai berkuasa tampaknya akan mempertahankan mayoritasnya.

Organisasi bagi Kerjasama dan Keamanan di Eropa (OSCE) mengecam Ukraina dalam laporan yang dilansir hari Senin. Koordinator misi OSCE Walburga Habsburg Douglas mengatakan, dalam beberapa hal, proses pemilu tampaknya merupakan langkah mundur.

Laporan OSCE itu menyebut masalah-masalah signifikan dalam beberapa hari menjelang pemilu. Douglas banyak menyalahkan partai berkuasa, yang menurutnya menggunakan dana negara untuk membiayai kegiatan kampanye sambil mengendalikan arus informasi.

Amerika Serikat juga menggambarkan pemilu di Ukraina dengan kata-kata yang serupa. Seorang jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika, Mark Toner, mengatakan bahwa sekalipun pemilu Ukraina umumnya damai, Amerika prihatin mengenai laporan kecurangan dan pemalsuan kertas suara.

Toner menambahkan bahwa Amerika dan OSCE sama-sama prihatin mengenai pemerintah yang lebih menguntungkan calon-calon partai yang berkuasa dan mengganggu calon-calon oposisi.

Pemimpin oposisi yang dipenjarakan Yulia Tymoshenko mengumumkan hari Senin dia akan melancarkan mogok makan untuk memrotes pemilu itu. Setelah kira-kira 70 persen suara dihitung, Partai Tanah Air yang pro-Barat ketinggalan oleh partai yang berkuasa pimpinan Presiden Viktor Yanukovich, Partai Daerah, 34 banding 23 persen.
XS
SM
MD
LG