Tautan-tautan Akses

AS

Dikecam, Trump Ralat Pernyataan Tentang Aborsi


Kandidat calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, dalam kampanye di Milwaukee, Wisconsin (29/3). (AP/Charles Rex Arbogast)

Kandidat calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, dalam kampanye di Milwaukee, Wisconsin (29/3). (AP/Charles Rex Arbogast)

Komentar Trump bahwa perempuan harus dihukum jika melakukan aborsi menuai badai kecaman dari penentang maupun pendukung aborsi.

Unggulan kandidat calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump dikecam luas setelah menyerukan hukuman bagi perempuan yang melakukan aborsi jika prosedur itu dilarang di Amerika Serikat.

Beberapa jam kemudian ia meralat komentarnya dengan mengeluarkan pernyataan tertulis yang mengatakan larangan semacam itu hanya akan mengkriminalisasi pelaku prosedur, bukan perempuan yang menjalani aborsi.

“Perempuan itu dalam kasus ini adalah korban demikian juga janin dalam kandungannya,” kata Trump.

Komentar Trump bahwa perempuan harus dihukum jika melakukan aborsi, yang muncul hari Rabu (30/3) dalam wawancara dengan jaringan televisi MSNBC, menuai badai kecaman dari penentang maupun pendukung aborsi.

Saingan Trump, Senator asal Texas Ted Cruz mengatakan pernyataan yang pertama menunjukkan kurangnya pengetahuan Trump mengenai kebijakan.

“Donald Trump lagi-lagi menunjukkan ia tidak memikirkan isu-isu tersebut secara serius dan ia akan mengatakan apa saja untuk menarik perhatian”.

Kandidat Partai Republik lainnya, Gubernur Ohio John Kasich, mengatakan, “Saya kira itu bukan tanggapan yang pantas. Situasinya sudah cukup sulit meski kita idak berusaha untuk menghukum seseorang."

Baik Cruz dan Kasich menentang hak-hak aborsi.

Unggulan Partai Demokrat, mantan Menlu Hillary Clinton bereaksi lewat pesan Twitter, “Pada saat kita mengira situasinya sudah begitu buruk. Mengerikan dan mengungkapkan sifat Trump yang sebenarnya."

Kandidat Partai Demokrat lainnya yang pro hak aborsi, Bernie Sanders, menyebut sikap Trump itu “memalukan.”

Ingar bingar tersebut terjadi hanya beberapa hari menjelang pemilihan primer penting berikutnya di Wisconsin, dimana jajak-jajak pendapat menunjukkan Cruz mengungguli Trump.

Peluang Trump untuk memenangkan nominasi Partai Republik akan berkurang cukup besar jika ia kalah di negara bagian itu. [my/ds]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG