Tautan-tautan Akses

Diduga Terkait Hizbullah, Pekerja Lebanon Dipulangkan


Pekerja memperbaiki pagar pembatas di pinggir pantai yang rusak dihantam ombak di Beirut, Lebanon.

Pekerja memperbaiki pagar pembatas di pinggir pantai yang rusak dihantam ombak di Beirut, Lebanon.

Itulah dampak terbaru perselisihan Lebanon dan negara-negara yang berafiliasi Arab Saudi sementara hubungan memburuk.

Sementara saling tuding yang dipimpin Arab Saudi terhadap Lebanon berlanjut, pekerja Lebanon di luar negeri dan pengusaha sama-sama menahan napas.

Rombongan demi rombongan pekerja Lebanon dari luar negeri tiba di Bandara Beirut. Mereka diusir dari negara-negara Teluk karena diduga terkait Hizbullah. Itulah dampak terbaru perselisihan Lebanon dan negara-negara yang berafiliasi Arab Saudi sementara hubungan memburuk.

Di Lebanon, kekhawatiran sanksi politik akan merembet ke bisnis meningkat. Lebanon membutuhkan hubungan dengan negara-negara Teluk untuk membantu mengatasi kesulitan ekonominya.

Ketua Komisi Pengembangan Bisnis Saudi Lebanon, Elie Rizk, mengatakan, situasi itu bisa menimbulkan bencana.

Hukuman mulai diberlakukan terhadap Lebanon bulan lalu ketika Arab Saudi membatalkan paket senjata bernilai miliaran dolar sebagai reaksi atas kegagalan Lebanon mengutuk serangan terhadap kedutaan Arab Saudi di Iran.

Namun, banyak analis kawasan melihatnya sebagai bagian dari konflik yang lebih besar antara Arab Saudi dan Iran, dan bukti bahwa Arab Saudi semakin marah atas kekuatan Hizbullah, yang didukung Iran, di Lebanon.

Beberapa minggu kemudian, Dewan Kerjasama Teluk dan Liga Arab menyatakan Hizbullah sebagai "kelompok teroris." Negara-negara Teluk memberlakukan larangan perjalanan terhadap sebagian warga Lebanon, selain mengusir pekerja Lebanon, dan memberlakukan sanksi terhadap sejumlah perusahaan dan individu yang dituduh berafiliasi dengan Hizbullah.

Menurut Rizk, pemerintah tidak cukup berbuat untuk mengutuk Hizbullah dan menenangkan negara-negara Teluk. [ka/al]

XS
SM
MD
LG