Tautan-tautan Akses

Diduga Lalai, 6 Orang Ditahan Terkait Tambang Ambruk di Turki


Keluarga dan rekan pekerja tambang mengawasi regu penyelamat saat melakukan operasi penyelamatan korban lonsor dekat kota Siirt, Turki, 18 November 2016 (REUTERS/Sertac Kayar).

Keluarga dan rekan pekerja tambang mengawasi regu penyelamat saat melakukan operasi penyelamatan korban lonsor dekat kota Siirt, Turki, 18 November 2016 (REUTERS/Sertac Kayar).

Operasi penyelamatan masih berlangsung terhadap 11 penambang lain yang masih dinyatakan hilang. Seorang pejabat pemerintah mengatakan, Jumat, harapan untuk menemukan para penambang itu dalam keadaan hidup tipis.

Kantor berita pemerintah Turki, Anadolu, melaporkan, enam orang ditahan dalam penyelidikan ambruknya sebuah tambang yang mengakibatkan sedikitnya lima orang tewas.

Anadolu mengatakan, tim SAR berhasil mengangkat jasad pekerja tambang kelima, Sefik Tuncer, Sabtu (19/11). Empat penambang lain yang ditemukan sebelumnya juga dilaporkan tewas.

Operasi penyelamatan masih berlangsung terhadap 11 penambang lain yang masih dinyatakan hilang. Seorang pejabat pemerintah mengatakan, Jumat, harapan untuk menemukan para penambang itu dalam keadaan hidup tipis.

Tambang tembaga milik swasta di propinsi Siirt itu secara resmi ditutup Kamis malam.

Gubernur Siirt Mustafa Tutulmaz mengatakan, pihak berwenang mengira longsor yang dipicu hujan lebat mengakibatkan ambruknya tambang. Meski demikian, penyelidikan dilangsungkan untuk memastikan penyebab insiden itu.

Anadolu mengatakan, pihak berwenang menahan enam orang atas tuduhan teledor. Mereka yang ditahan termasuk manajer operasi lapangan tambang itu dan pemilik sebuah perusahaan penyedia tenaga kerja. [ab]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG