Tautan-tautan Akses

Diduga Doping, 3 Atlet Ethiopia Diskors


Kantor Badan Anti-Doping Dunia (WADA) di Montreal, Kanada (foto; dok).

Kantor Badan Anti-Doping Dunia (WADA) di Montreal, Kanada (foto; dok).

Pejabat-pejabat atletik Ethiopia hari Jumat (4/3) mengatakan tiga pelari negara itu diskors karena dicurigai doping setelah hasil tes di kalangan atlet Ethiopia menunjukkan positif.

Dokter tim atletik nasional Ethiopia menyatakan skandal doping yang semakin banyak di negara Afrika Timur itu merupakan “perkembangan yang sangat menakutkan.''

Dalam acara kesadaran anti-doping di Addis Ababa, Sekjen Federasi Atletik Ethiopia Bililign Mekoya mengatakan tiga atlet secara resmi diskors dan tiga lainnya sedang diselidiki. Bililign dan pejabat-pejabat lain tidak mengungkap nama-nama atlet itu, dengan alasan investigasi masih berlangsung.

Federasi Asosiasi Atletik Internasional, IAAF, juga sedang menyelidiki sejumlah atlet Ethiopia karena melakukan doping. Atletik kini menghadapi masalah doping serius di Ethiopia setelah dua skandal besar di Rusia dan Kenya, menjelang Olimpiade tahun ini di Rio de Janeiro, Brasil. Kepada kantor berita Associated Press Badan Anti-Doping Ethiopia mengatakan pekan ini setidaknya sembilan atlet dicurigai, sebagian dari mereka sedang diselidiki di Ethiopia dan sebagian lagi diselidiki oleh IAAF.

Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menginstruksikan pejabat-pejabat atletik Ethiopia untuk menerapkan langkah-langkah ketat guna memperketat program anti-doping mereka.

Kasus Ethiopia mengingatkan pada kasus di negara tetangganya di Afrika Timur, Kenya, yang sama-sama menjadi sumber pelari jarak jauh. Kenya mengalami lonjakan besar kasus doping dalam beberapa tahun ini akibat lemahnya pengawasan anti-doping.

Kenya menghadapi kemungkinan dilarang ikut pertandingan internasional jika WADA menetapkan program di negara itu tidak sesuai aturan anti-doping global. Rusia diskors IAAF tahun lalu setelah laporan WADA mendapati bukti terjadi dan ditutupinya doping besar-besaran di negara itu.

Kenya dan Ethiopia memenangkan 24 medali dalam kejuaraan dunia di Beijing tahun lalu. [ka/al]

XS
SM
MD
LG