Tautan-tautan Akses

Dianggap Hina Raja, Pria Thailand Dipenjara 3 Tahun


Akachai Hongkangwan berbicara pada wartawan di depan pengadilan pidana Bangkok (28/3). (AP/Apichart Weerawong)

Akachai Hongkangwan berbicara pada wartawan di depan pengadilan pidana Bangkok (28/3). (AP/Apichart Weerawong)

Seorang pria Thailand dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena dianggap menghina keluarga kerajaan.

Seorang pria Thailand dijatuhi hukuman penjara tiga tahun empat bulan, Kamis (28/3), karena menjual kepingan VCD berisi potongan berita TV Australia yang dianggap menghina keluarga kerajaan Thailand.

Pengadilan Thailand mendakwa Akachai Hongkangwan, 37, dengan undang-undang yang disebut “lese majeste” yang melarang penghinaan terhadap keluarga kerajaan.

VCD tersebut mengandung segmen berita serial Foreign Correspondent dari Australian Broadcasting Corp. Pada 2010 yang mempertanyakan masa depan monarki Thailand. Segmen ini menyertakan potongan gambar video pribadi putra mahkota Pangeran Vajiralongkorn dengan calon istrinya saat itu.

Pengadilan juga menjatuhkan denda 66.666 baht (US$2,271) karena melanggar undang-undang hak cipta.

Akachai menjual VCD tersebut selama demonstrasi anti-pemerintah di Bangkok pada 2010. Ia ditahan pada Maret 2011 dan dibebaskan dengan jaminan.

Pengadilan mengurangi hukuman awal lima tahun karena Akachai dianggap memberikan keterangan yang berguna selama sidang berlangsung.

Undang-undang lese majeste mewajibkan hukuman penjara sampai 15 tahun, yang dianggap paling keras di dunia dan dikritik sebagai pelanggaran kebebasan berbicara. (AP)
XS
SM
MD
LG