Tautan-tautan Akses

Di Tengah-Tengah ‘Pemisahan’ AS Kirim Utusan Baru ke Manila


Sung Kim, kiri, diambil sumpah sebagai dubes baru untuk Filipina oleh Menlu AS John Kerry (3/11). Washington, D.C. (foto: Biro Asia Timur dan Pasifik)

Sung Kim, kiri, diambil sumpah sebagai dubes baru untuk Filipina oleh Menlu AS John Kerry (3/11). Washington, D.C. (foto: Biro Asia Timur dan Pasifik)

Sung Kim, diplomat kawakan AS, telah diangkat menjadi Dubes AS untuk Filipina, mitra lamas AS setelah pemimpinnya mengumumkan "pisah" dari AS.

Seorang diplomat kawakan AS yang bicaranya lembut dan cukup berpengalaman dalam menghadapi Korea Utara, telah diserahi tugas yang mungkin paling menantang, sebagai Duta Besar untuk Filipina, mitra lama perjanjian pertahanan yang pemimpinnya telah mengumumkan "pisah" dari Amerika.

Sung Kim dilantik Kamis di Departemen Luar Negeri oleh Menteri Luar Negeri John Kerry, yang tanpa menyinggung suasana yang memburuk cepat, mengatakan ia tetap percaya tentang hubungan bilateral "meskipun perbedaan di sana-sini pada satu atau hal lain."

Menlu AS itu juga mengumumkan, ia ingin mengunjungi Filipina lagi sebelum ia menyelesaikan jabatannya.

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte tidak hanya menolak Washington, tetapi ia juga melancarkan penghinaan terhadap Presiden Barack Obama dan Duta Besar AS, Philip Goldberg yang akan pulang. Duterte mengumumkan mengakhiri kerjasama militer dengan AS, dan mulai menggeser poros strategis dari Washington ke Beijing.

China cepat menghadiahkan Duterte dengan pinjaman senilai $9 milyar dengan bunga rendah dan berjanji untuk mengizinkan nelayan Filipina kembali ke perairan yang disengketakan. [ps/al]

XS
SM
MD
LG