Tautan-tautan Akses

Di Sidang Majelis Umum PBB, Wapres JK Kembali Bela Palestina

  • Patsy Widakuswara

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyampaikan pandangan politik luar negeri Indonesia mengenai berbagai isu internasional di New York, Jumat (2/10).

Hari Jumat (2/10) sore waktu New York atau Sabtu pagi WIB, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pandangan politik luar negeri Indonesia mengenai berbagai isu internasional.

Dalam sidang majelis umum PBB yang ke-70 ini, wakil presiden mengajak negara-negara anggota merefleksikan kemajuan dalam mewujudkan piagam PBB, termasuk pencapaian dalam hal Pasukan Penjaga Perdamaian mencegah konflik bersenjata selama tujuh dekade terakhir.

Namun, Bapak Jusuf Kalla menggaris-bawahi sejumlah tantangan yang masih harus diselesaikan, termasuk konflik berkelanjutan yang menimbulkan penderitaan rakyat Palestina.

Dukungan Indonesia terhadap Palestina merupakan hal yang selalu disampaikan setiap tahun di forum sidang majelis umum PBB. Tahun ini, meski secara simbolik bendera Palestina berkibar di markas PBB namun status Palestina tidak berubah, tetap hanya sebagai negara pengamat PBB.

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB di New York, Sabtu (26/9).

Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB di New York, Sabtu (26/9).

Terlebih lagi terjadi kemunduran dalam prospek perdamaian Palestina dan Israel, dengan keluarnya Palestina dari Perjanjian Oslo. Hari Rabu (29/9), Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyatakan kepada Sidang Majelis Umum bahwa Otoritas Palestina tak lagi terikat Perjanjian Perdamaian Oslo ini, maupun perjanjian lainnya yang menjadi landasan solusi dua negara Palestina dan Israel yang hidup berdampingan secara damai. Menurut Mahmoud Abbas, tak ada alasan bagi Palestina untuk mematuhi perjanjian ini jika Israel tak mematuhinya.

Seusai pidato dalam wawancara khusus dengan VOA Wapres Jusuf Kalla menyatakan bahwa dengan berbagai masalah di Timur Tengah termasuk Iran, Irak dan Suriah memang isu Palestina ini tidak lagi menonjol.

Namun menurut wapres masalah ini tetap penting karena, “Jika diurai, salah satu penyebab utama berbagai masalah di Timur Tengah adalah ketidakadilan di Palestina,” ujarnya.

Wapres menyatakan yakin jika masalah Palestina selesai, “setengah masalah Timur Tengah bisa diselesaikan”. Wapres menyampaikan niat Indonesia untuk meningkatkan perannya di berbagai forum agar terus “dapat menjadi bagian dari penyelesaian masalah”.

Sejak masa pemerintahan sebelumnya, Indonesia terus solider terhadap Palestina, namun karena Indonesia bukan aktor kawasan dan tidak banyak berpengaruh terhadap pihak-pihak yang terlibat konflik, tak banyak yang secara konkret dapat disumbangkan Indonesia dalam proses perdamaian.

Di PBB, upaya perdamaian Israel Palestina tahun ini kembali digiatkan melalui forum Kuartet Timur Tengah, yaitu PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat dan Rusia. [pw]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG