Tautan-tautan Akses

Dalam Setahun, 300 Balita di Bali Terinfeksi HIV/AIDS

  • Muliarta

Pita merah tanda keprihatinan terhadap masalah HIV/AIDS. Kasus HIV/AIDS di Indonesia mulai merambah anak-anak dan remaja.

Pita merah tanda keprihatinan terhadap masalah HIV/AIDS. Kasus HIV/AIDS di Indonesia mulai merambah anak-anak dan remaja.

Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Bali melaporkan dalam satu tahun tercatat sekitar 300 balita dinyatakan positif terinfeksi HIV/AIDS.

Tercatat sekitar 150.000 penduduk Indonesia dilaporkan telah tertular HIV/AIDS. Namun kini kasus HIV/AIDS tidak saja ditemukan pada orang dewasa, tetapi juga ditemukan pada Balita. Dimana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bali mencatat sekitar 300 balita pertahunnya terinfeksi HIV/AIDS di Bali. Rata-rata para balita ini tertular HIV/AIDS dari kedua orang tuanya.

Data ini diperkuat dengan hasil survey yang menunjukkan 1,2 persen dari sekitar 56.000 ibu hamil per tahun di Bali yang positif HIV/AIDS. Ketua Pokja Humas KPA Bali Prof. Nyoman Mangku Karmaya pada keterangannya di Denpasar pada Jumat siang (12 November) mengungkapkan rata-rata ibu hamil yang positif terinfeksi HIV/AIDS atau yang menularkan HIV/AIDS kepada anaknya merupakan bagian dari kelompok beresiko. Kondisi ini menunjukkan bahwa Bali saat ini masuk dalam kategori daerah yang terancam mengalami pandemi HIV/AIDS.

”Belum disebut dengan epidemi secara umum, sebab ternyata ibu-ibu hamil itu masih masuk dalam kelompok yang beresiko, misalnya ibu hamil bekas pegawai cafe, ibu hamil yang suaminya IDU,” jelas Prof. Nyoman Karmaya.

Sedangkan Dewan Pengarah Kita Sayang Remaja (Kisara) Bali dr. Oka Negara menyebutkan penularan HIV/AIDS di Bali kini semakin mengkhawatirkan karena hampir sekitar 40 persen kelompok yang tertular HIV/AIDS adalah kelompok remaja dengan umur antara 20-29 tahun.

Di Bali, kelompok yang tertular HIV/AIDS 40 persennya dalah remaja umur 20 hingga 29 tahun.

Di Bali, kelompok yang tertular HIV/AIDS 40 persennya dalah remaja umur 20 hingga 29 tahun.

”Secara kumulatif memunculkan golongan usia remaja, walaupun (umur) 20 sampai 29 tahun yang paling tinggi, walaupun kemudian angkanya ditarik dari umur belasan, secara kumulatif tetap tinggi untuk usia remaja,” ungkap dr. Oka Negara.

Disisi lain Anggota Komite III Bidang Kesehatan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Alit Kusuma Kelakan menyampaikan sudah saatnya pemerintah mengembangkan program penanggulangan HIV/AIDS untuk ibu hamil, dan anak-anak terlantar. Sebab dari hasil penelitian di kawasan terminal Jatinegara, Jakarta, menunjukkan bahwa anak jalanan umur belasan tahun telah terbiasa melakukan hubungan seksual dan mereka rentan tertular HIV/AIDS.

”Penelitian di Jatinegara di Jakarta, itu anak anak umur 10 sampai 18 tahun sudah melakukan hubungan seksual, karena daerah seputaran sana daerah PSK dan waria. Mereka melakukan hubungan seksual yang tidak sehat,” kata Alit Kusuma Kelakan.

Sementara berdasarkan data KPA Bali, jumlah kasus HIV/AIDS di Bali saat ini mencapai 3.778 kasus. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Bali jumlah kasus HIV/AIDS di Bali pada saat ini diperkirakan mencapai 7.000 kasus.

XS
SM
MD
LG