Tautan-tautan Akses

Mantan Napi di AS Urus Kuda Pacuan yang Pensiun


Yayasan Thoroughbred Retirement Foundation, yang berupaya menyelamatkan kuda-kuda pacuan yang sudah dipensiun dari kemungkinan penganiayaan atau dikirim ke rumah jagal, bekerjasama dengan pihak penjara untuk mempekerjakan para napi mengurus kuda-kuda itu

Yayasan Thoroughbred Retirement Foundation, yang berupaya menyelamatkan kuda-kuda pacuan yang sudah dipensiun dari kemungkinan penganiayaan atau dikirim ke rumah jagal, bekerjasama dengan pihak penjara untuk mempekerjakan para napi mengurus kuda-kuda itu

Narapidana di AS mendapat kesempatan untuk hidup mandiri setelah keluar dari penjara, misalnya, dengan mengurus kuda pacuan yang sudah dipensiunkan.

Pemerintah Amerika selalu menghargai siapapun, dan tidak memandang status sosial, jenis kelamin serta usia. Narapidana bahkan mendapat kesempatan untuk hidup mandiri setelah mereka keluar dari penjara, misalnya mereka diberi pekerjaan untuk mengurus kuda-kuda pacuan yang sudah dipensiunkan.

Kegiatan mereka itu dikelola oleh sebuah organisasi yang disebut “Second Chance”.

Manusia tidak mungkin menghindari masa lanjut usia dan pensiun. Ternyata di Amerika, binatang pun, seperti kuda pacuan, juga mendapat masa pensiun. Kuda-kuda yang sebelumnya menjadi kuda pacuan itu, kini dilatih untuk menjalani hidup baru, dan pelatihnya adalah para narapidana yang dibekali ketrampilan itu, sehingga mereka punya ketrampilan setelah dibebaskan dari penjara.

Yayasan nirlabaThoroughbred Retirement Foundation” bekerja sama dengan pihak penjara. Yayasan itu berupaya menyelamatkan kuda-kuda pacuan dari kemungkinan penganiyayaan atau dikirim ke tempat jagal setelah mereka tidak digunakan lagi sebagai kuda pacuan.
Elliot, seorang napi menikmati pekerjaaanya merawat kuda. Ia menuturkan, "Ketika mereka menanyai saya, apakah saya berminat pada program ini, saya langsung menyambar kesempatan itu, siapa sih yang tidak menyenangi kuda.”

Selama mengikuti program keterampilan selama enam bulan, para napi itu mempelajari segala sesuatu tentang kuda, tingkah laku, kesehatan dan bagaimana merawat mereka.

"Ini kuda saya, Covert Action. Dia kuda jantan yang bagus , cucu kuda yang bernama Secretariat, yang memenangkan pacuan kuda di Belmont," papar Elliot.

Kuda-kuda itu diberi makan dua kali sehari. Para napi juga memandikan kuda-kuda itu dan memeriksa kalau ada luka atau kurang sehat. Sebagian kuda itu ditunggangi untuk persiapan diadopsi. Orang mengadopsi kuda-kuda itu untuk ditunggangi atau sebagai kuda peliharaan untuk menemani kuda-kuda yang telah mereka miliki, karena kuda memerlukan teman.

Program pelatihan untuk para napi itu termasuk pelajaran di kelas. Tetapi, pengajar kursus, Reid McLellan mengatakan, yang lebih penting adalah praktek langsung. Ia mengatakan, kepada napi itu ditekankan, mereka harus berlaku baik kepada binatang dan jangan bertindak agresif.

"Yang penting adalah mampu menemani kuda-kuda itu tiap hari di kandang. Mereka tahu kalau kita tidak bersahabat, maka para napi itu diberi pelajaran agar tidak bertindak kasar terhadap kuda itu di kandangnya,” paparnya.

Will tamatan program ini, dan sekarang menjadi asisten pengajar. Masa tahanannya berakhir September depan dan sebuah pekerjaan sudah menantinya. Kudanya, Happy, juga memulai hidup baru. Happy yang dulunya sulit ditangani, kini sudah diadopsi.

"Happy adalah kuda pertama yang dekat dengan saya. Kuda betina ini terluka di lapangan pacu. Dulu dia sulit diatasi. Sekarang, dia berubah menjadi menyenangkan, dan suka diperhatikan,” tutur Will.

Happy bukanlah satu-satunya yang berubah. Ann Tucker dari “Thoroughbred Retirement Foundation” mengatakan, Will, pelatih Happy, juga punya watak yang kurang baik sebelumnya.

"Will punya watak suka gelisah, dan masa lalunya penuh kesulitan. Ia tidak tahu apa yang ingin dilakukannya. Sekarang, Will menjadi pemuda yang punya rasa percaya diri. Kami punya pekerjaan bagus dan tempat tinggal untuknya,” kenang Tucker.

Para napi yang sudah menyelesaikan program pelatihan jarang yang kembali ke penjara. Seperti kuda yang dirawatnya, Will mengatakan, program ini memberinya kesempatan kedua dalam hidupnya.
XS
SM
MD
LG