Tautan-tautan Akses

Dewan Pemilu Venezuela Tolak Upaya Pemecatan Maduro


Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto: dok).

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto: dok).

Para pemimpin oposisi mencela keputusan untuk mengundurkan tanggal referendum, seraya menyatakan hal itu dimaksudkan untuk membuat Maduro tetap berkuasa.

Dewan Pemilihan Nasional Venezuela mengabaikan seruan untuk menyelenggarakan referendum untuk memecat presiden berhaluan sosialis yang tidak populer, Nicolas Maduro pada tahun 2016. Tetapi dewan tersebut tetap membuka pintu bagi para aktivis yang ingin menggulingkannya.

Komisi pemilu, setelah mengadakan pertemuan dengan para anggota oposisi, mengemukakan dalam suatu pernyataan bahwa referendum dapat diselenggarakan sedini kuartal pertama 2017, hanya jika mereka berhasil mengumpulkan sekitar 4 juta tanda tangan pemilih, atau 20 persen dari total pemilih, dalam waktu tiga hari bulan depan.

Para pemimpin oposisi mencela keputusan untuk mengundurkan tanggal referendum, seraya menyatakan hal itu dimaksudkan untuk membuat Maduro tetap berkuasa.

Jesus Torrealba, ketua koalisi oposisi Persatuan Demokratis, menyatakan menolak unsur-unsur yang tidak sesuai konstitusi dalam pengumuman yang disampaikan dewan pemilu.

Persyaratan yang ditetapkan untuk menentukan tanggal referendum tampaknya mendukung klaim Torrealba. Jika Maduro kalah dalam referendum itu sebelum 10 Januari, ini otomatis akan mendorong digelarnya pemilu baru. Namun, jika diselenggarakan setelah 10 Januari, wakil presiden Maduro akan mengambil alih posisinya dan menyelesaikan masa jabatannya yang berakhir pada 2019.

Pemerintah menanggapi dengan menuduh para pemimpin oposisi memalsukan tandatangan pada gerakan pengumpulan tanda tangan awal dari satu persen pemilih.

“Tidak akan ada referendum dalam tahun 2016. Ini tidak dibahas. Mereka curang,” kata orang nomor dua di Partai Sosialis Diosdado Cabello di TV pemerintah.

Kabar mengenai referendum yang ditangguhkan itu muncul pada hari yang sama ketika supir-supir bus turun ke jalan-jalan untuk memprotes krisis keuangan negara yang kian dalam.

Ratusan supir bus, hampir separuh bus di kota itu, memadati jalan-jalan di ibukota Venezuela, Caracas, untuk menuntut bayaran lebih tinggi dan perlindungan dari kekerasan.

Para supir bus menyatakan mereka berencana melanjutkan protes hari Kamis jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG