Tautan-tautan Akses

Dewan Oposisi Libya Pindah ke Ibukota Tripoli


Warga Libya mengungsi dari pusat kota Tripoli untuk menghindari kemungkinan bentrokan pemberontak dan pendukung Gaddafi (26/8).

Warga Libya mengungsi dari pusat kota Tripoli untuk menghindari kemungkinan bentrokan pemberontak dan pendukung Gaddafi (26/8).

Pengumuman itu dikeluarkan sementara Gaddafi mendesak para pendukungnya mengalahkan pemberontak yang berada di Tripoli.

Dewan Transisi Nasional pemberontak Libya mengatakan dewan itu akan memindahkan pimpinan politiknya ke ibukota Tripoli, dari kota basisnya Benghazi. Pengurus Dewan, Ali Tarhouni, pimpinan urusan keuangan, hari Kamis menyatakan pelaksanaan tugas komite eksekutif di Tripoli.

Pengumuman itu dikeluarkan sementara pemimpin Libya yang bersembunyi Moammar Gaddafi mendesak para pendukungnya agar bangkit dan mengalahkan pemberontak yang berusaha menggulingkannya dari kekuasaan.

Dalam siaran radio singkat hari Kamis, ia menyebut para penentangnya “tikus” dan mengutuk negara-negara asing atas keterlibatan mereka dalam konflik itu.

Sementara itu, pertempuran sengit antara pasukan pro-Gaddafi dan lasykar oposisi terus berlangsung paling sedikit di dua daerah Tripoli. Di perkampungan Abu Salim, satu basis pro-Gaddafi, pemberontak sedang melakukan penggrebekan untuk mencari lasykar Gaddafi.

Lasykar oposisi telah membanjir ke Tripoli untuk membantu memerangi sisa-sisa pasukan pro-Gaddafi dan kabarnya sedang maju ke kota asal pemimpin Libya itu, Sirte, dimana lasykar pendukung telah berkumpul untuk menghadapi pasukan pemberontak.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Inggris Liam Fox mengatakan hari Kamis, NATO sedang membantu pemberontak dalam pencarian Gaddafi dan para anggota pemerintahannya, dengan memberi kepada pemberontak informasi intelijens dan peralatan pengintaian untuk membantu pencarian mereka. Namun, jurubicara NATO Oana Lungescu mengatakan NATO tidak mencari perorangan.

Di Washington, Departemen Luar Negeri mengatakan pihaknya yakin persediaan senjata kimia dan uranium kadar rendah Libya adalah aman.

Jurubicara Victoria Nuland mengatakan Amerika Serikat memantau persediaan ini melalui “kemampuan teknis nasionalnya” dan bahwa Libya tidak lagi mempunyai kemampuan untuk mengubah uranium kadar rendah menjadi bahan untuk membuat bom nuklir. Namun, dia menambahkan bahwa misil yang ditembakkan dari bahu yang disebut “MANPADS” tetap memprihatinkan karena dapat tersebar.

XS
SM
MD
LG