Tautan-tautan Akses

Dewan Keamanan PBB Akan Bahas Proposal Palestina


Presiden Palestina Mahmoud Abbas (atas tengah) melambaikan tangan setibanya di lokasi pemerintahan di Ramallah, Tepi Barat hari MInggu (25/9) dan dielu-elukan sebagai pahlawan.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas (atas tengah) melambaikan tangan setibanya di lokasi pemerintahan di Ramallah, Tepi Barat hari MInggu (25/9) dan dielu-elukan sebagai pahlawan.

Hari Senin ini, Dewan Keamanan PBB akan membahas proposal Palestina untuk diakui sebagai negara anggota PBB, sementara Israel terus menghimbau untuk pembicaraan damai.

Dewan Keamanan PBB hari Senin dijadwalkan membahas proposal Palestina untuk menjadi negara penuh, sementara para pemimpin Israel terus menghimbau agar kembali ke pembicaraan damai.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas hari Jumat menyerahkan pendaftaran pengakuan penuh negara Palestina, dan mendapat sambutan bagai pahlawan hari Minggu ketika ia kembali ke Tepi Barat.

Ia mengatakan kepada ribuan pendukungnya di kota Ramallah bahwa mereka adalah bagian dari "Kebangkitan Palestina" dan ia akan melanjutkan pembicaraan perdamaian hanya jika Israel berhenti membangun permukiman di wilayah pendudukan.

Dialog damai yang ditengahi Amerika antara Israel dan Palestina mandeg setahun lalu setelah berakhirnya moratorium Israel untuk pembangunan permukiman di Tepi Barat. Palestina menentang pembangunan di tanah yang mereka inginkan sebagai bagian dari negara mereka di masa depan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Minggu mengatakan pengajuan ke PBB itu adalah sesuatu yang salah dan tidak akan berhasil karena Palestina menginginkan sebuah negara tanpa terlebih dulu menjamin keamanan Israel. Ia mengulangi seruannya agar Palestina melanjutkan dialog damai tanpa ada prasyarat.

Seorang pejabat tinggi Palestina membalas bahwa Israel menempatkan prasyarat yang tidak dapat diterima untuk perundingan perdamaian. Hanan Ashrawi mengatakan Israel "ingin mencaplok Yerusalem" dan "mengusir seluruh pengungsi Palestina. Ia menambahkan “Israel menginginkan segalanya, dan kemudian berkata, 'Mari kita bicara.’

XS
SM
MD
LG