Tautan-tautan Akses

Jagland: Dewan Eropa Siap Bantu Turki Lewati Masa Sulit


Ketua Dewan Eropa, Thorbjørn Jagland mengunjungi Turki hari Rabu 3/8 (foto: dok).

Ketua Dewan Eropa, Thorbjørn Jagland mengunjungi Turki hari Rabu 3/8 (foto: dok).

Ketua Dewan Eropa, organisasi HAM tertinggi di benua itu hari Rabu (3/8) mengatakan “sedikit sekali pengertian” dari Eropa mengenai tantangan-tantangan yang dihadapi Turki setelah kudeta yang gagal 15 Juli lalu.

Thorbjorn Jagland pejabat tinggi Eropa yang pertama mengunjungi Turki, setelah upaya kudeta yang menewaskan 270 orang lebih, mengatakan, “Turki adalah negara Eropa yang sangat penting. Penting bagi seluruh benua Eropa. Penting bagi kita melakukan segala yang bisa kita lakukan untuk membantu Turki melewati proses ini.”

Presiden Recep Tayyip Erdogan mengecam keras sekutu-sekutu Barat yang dikatakannya tidak memberi dukungan jelas bagi pemerintah setelah kudeta yang gagal itu. Hari Rabu (3/8) ia menuduh pihak Barat berpihak pada teror dan mengeluh tidak ada pemimpin Eropa yang berkunjung ke Turki untuk menyampaikan dukungan setelah kudeta itu.

Pemerintah Turki mengatakan kudeta itu dihasut oleh seorang ulama Muslim yang bermukim di Amerika, Fethullah Gulen, seorang bekas sekutu Erdogan yang mengasingkan diri di Pennsylvania dan Turki sedang mengusahakan ekstradisinya. Gulen telah membantah bahwa dirinya terlibat.

Turki melakukan penumpasan luas terhadap orang-orang yang diduga mendukung gerakan Gullen yang mengelola sekolah-sekolah dan badan amal dan usaha di seluruh dunia. Puluhan ribu orang di Turki telah dipecat atau diberhentikan dari pekerjaan mereka sementara sekitar 18 ribu orang ditahan atau ditangkap, sebagian besar anggota militer.

Meskipun banyak pemerintah asing mengecam upaya kudeta itu, mereka juga menyampaikan keprihatinan mengenai skala penumpasan.

Jagland mengatakan sangat penting tindakan ini dilakukan sesuai dengan hukum dan standar Konvensi HAM, Eropa.

Pemerintah Turki dan khususnya Erdogan marah terhadap apa yang mereka katakan penundaan ekstradisi Gulen dari Amerika dan isu tersebut membuat hubungan antara kedua sekutu NATO ini tegang. Amerika sebelumnya meminta bukti keterlibatan Gulen dalam upaya kudeta itu dan mengatakan proses ekstradisi harus sesuai jalurnya. [my/ii]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG