Tautan-tautan Akses

Dewa Budjana dan Tohpati Garap Album Duo Akustik di Praha


Gitaris Indonesia, Tohpati dan Dewa Budjana di Praha, Republik Ceko (foto/dok: Dewa Budjana)

Gitaris Indonesia, Tohpati dan Dewa Budjana di Praha, Republik Ceko (foto/dok: Dewa Budjana)

Dua gitaris kenamaan Indonesia, Dewa Budjana dan Tohpati, baru-baru ini melakukan rekaman album duo akustik di Praha, Republik Ceko.

Dua gitaris kenamaan Indonesia, Dewa Budjana dan Tohpati, baru-baru ini pergi ke Praha, Republik Ceko untuk rekaman album duo akustik secara live bersama kelompok musik setempat, Czech Symphony Orchestra. Menggarap album kolaborasi sebenarnya sudah menjadi cita-cita mereka berdua sejak lama.

“Aku sama budjana kan duo sudah dari tahun 2003. Dari dulu ingin bikin album cuma ya biasa, baru seriusnya sekarang,” papar Tohpati saat dihubungi oleh VOA belum lama ini.

“Sebenarnya dulu sudah sempat masuk rekaman, cuman hilang juga. Nah, ini sekarang serius. Makanya kalau di Praha lebih serius,” tambah pria yang baru saja memenangkan penghargaan di ajang Anugerah Musik Indonesia 2015

Proyek album duo akustik ini merupakan satu diantara tiga proyek yang digarap oleh Tohpati secara bersamaan di Praha. Dua proyek lainnya adalah album instrumental yang berisi kompilasi lagu-lagu ciptaan mendiang Chrisye dan album kolaborasinya dengan penyanyi Indonesia, Chandra Satria.

Rekaman album di luar negeri memang sering dilakukan oleh musisi tanah air. Tohpati memilih Praha karena menurutnya bagus dan sesuai dengan keinginannya.

“Yah, lagi mencoba saja. Yang sudah sering kesini Addie MS sama Erwin (Gutawa). Mereka bilang sangat sempurna,” kata musisi kelahiran tahun 1971 ini.

Tohpati juga mengakui bahwa proses rekaman di Praha lebih cepat dan efisien. Pasalnya memang rekaman album bersama Dewa Budjana dan kelompok orkestra Praha ini hanya berlangsung selama empat jam. Mereka berdua pun baru pertama kali bertemu dengan para anggota kelompok orkestranya di hari yang sama.

“Ketemu ya mungkin setengah jam sebelumnya, bagi-bagi partitur gitu terus langsung rekam. Sudah enggak pakai latihan malah,” jelas Dewa Budjana kepada VOA.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Dewa Budjana, karena dalam waktu yang singkat ia dan para musisi yang lain harus benar-benar siap untuk rekaman pada hari itu.

“Berusaha tidak ada kesalahan, karena kalau salah kan mengulang semua. Salah satu harus mengulang semua. Harus berusaha sesiap mungkin, tentunya rekamannya, kalau kita rekaman bukan live kan bisa per bagian gitu, lebih manja jadinya. Kalau ini kan memang bener sekali take. Paling banyak dua kali take,” papar Dewa Budjana.

Album Tohpati dan Dewa Budjana ini berisi delapan lagu instrumental yang hampir seluruhnya adalah karya terbaru mereka dengan nuansa musik yang berbeda-beda. Tiga diantaranya sudah terlebih dahulu direkam di Jakarta.

“Ada satu lagu yang enggak baru, itu cuman lagunya Dewa Budjana yang judulnya ‘Bermain,” jelas Tohpati.

Selain itu album ini juga akan menampilkan medley lagu anak-anak, yang terdiri dari lagu ‘Cicak-cicak di Dinding,’ ‘Kodok Ngorek,’ dan ‘Burung Kakak Tua,’

Mengenai judul albumnya, Dewa Budjana mengatakan hingga kini ia dan Tohpati masih memilih judul yang cocok.

“Kita mencari judul disesuaikan dengan formatnya juga, dengan lagunya juga. Biar berkaitan,” jelasnya.

Rencananya album duo akustik Dewa Budjana dan Tohpati ini akan segera dirilis akhir tahun 2015 atau awal tahun depan.

XS
SM
MD
LG