Tautan-tautan Akses

AS

Teknologi Tangkal Bencana Selamatkan Nyawa, Cegah Kemiskinan


Michael Stanek memeluk putrinya Kennedy saat beristirahat dalam membantu kawan-kawan mereka membersihkan puing-puing akibat banjir besar di Vilonia, Arkansas, April 2014. (Reuters/Carlo Allegri)

Michael Stanek memeluk putrinya Kennedy saat beristirahat dalam membantu kawan-kawan mereka membersihkan puing-puing akibat banjir besar di Vilonia, Arkansas, April 2014. (Reuters/Carlo Allegri)

Gedung-gedung dan struktur besar bisa bertahan bahkan terhadap gempa bumi yang kuat sekalipun, jika dibangun dengan fleksibilitas tertentu.

Bencana alam terjadi di mana-mana, dan mengakibatkan banyak kerusakan harta benda serta korban jiwa. Namun para ilmuwan mengatakan kerugian akibat bencana bisa dikurangi jika ada persiapan yang cukup.

Sebuah pameran di Museum Gedung Nasional Washington, mengajarkan bagaimana pemerintah dan individu bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Bencana alam sering terjadi tanpa diduga-duga di seluruh Amerika seperti angin taufan, badai, banjir, gempa bumi dan kebakaran hutan.

Namun teknologi baik yang murah maupun mahal, bisa menyelamatkan harta benda bahkan nyawa.

Kurator pameran Chrysanthe Broikos mengatakan, gedung-gedung dan struktur besar bisa bertahan bahkan terhadap gempa bumi yang kuat sekalipun, jika dibangun dengan fleksibilitas tertentu.

“Kita perlu menciptakan bangunan yang bisa ikut bergoyang dan kita bisa memahami dimana sebenarnya kegagalan yang ada selama ini, lalu mulai membangun dan merancang bangunan dengan pemahaman ini,” ujarnya.

Apa yang disebut dengan ‘kerangka momen,’ memungkinkan gerakan tertentu pada titik-titik balok-balok penyangga beban tersambung.

Balok-balok fondasi yang dilapisi karet, membuat gedung mudah mengayun, dan peredam getar besar bisa meredam getaran.

Sebuah model dinding angin, yang dibangun International Hurricane Research Center, di Florida, menunjukkan beberapa jenis atap dengan daya tahan yang berbeda, terhadap angin kencang topan atau badai.

Di daerah yang terkena angin kencang, ilmuwan juga menganjurkan penggunaan ‘ruang berlindung” dimana penghuninya menghindar saat badai mengamuk.

Untuk pengamanan dari badai dan banjir, sejumlah komunitas sepanjang pesisir laut dan sungai Amerika membangun terumbu karang buatan, bukan hanya menggunakan batu namun juga cangkang kerang, yang dikumpulkan dari restoran.

”Ternyata terumbu karang dengan cangkang kerang ini, bisa menahan gerakan gelombang air dan juga menanggulangi erosi tanah,” ujarnya.

Broikos juga mengatakan bahwa membangun taman disepanjang pesisir, dan bukan perumahan, adalah lebih alamiah dan menjauhkan harta benda dari bahaya.

Untuk kebakaran hutan, ilmuwan mengusulkan apa yang disebut sebagai zona aman rumah, yaitu dengan pemisahan sekitar 60 meter dari pinggir hutan.

Sejumlah bencana alam tidak bisa dihindari namun peneliti mengatakan bahwa perencanaan yang matang serta investasi yang tepat waktu, bisa memberikan perlindungan.

XS
SM
MD
LG