Tautan-tautan Akses

AS

Desakan Akhiri Pengucilan Kuba dan Skandal Prostitusi Ancam Diplomasi AS di KTT Amerika


Presiden AS Barack Obama (depan-tengah) dalam acara KTT Amerika di Cartagena, Kolombia (14/4). Obama membantah bahwa pemerintah AS mengabaikan Amerika Latin.

Presiden AS Barack Obama (depan-tengah) dalam acara KTT Amerika di Cartagena, Kolombia (14/4). Obama membantah bahwa pemerintah AS mengabaikan Amerika Latin.

Skandal prostitusi dan desakan agar mengakhiri pengucilan Kuba mengancam diplomasi Presiden Barak Obama terhadap negara-negara Amerika Latin.

Dalam situasi yang memalukan Amerika pada KTT negara-negara Amerika yang dihadiri lebih dari 30 kepala negara, 11 personil dinas rahasia Amerika yang bertugas mengamankan presiden dikirim balik ke Amerika dan lima anggota pasukan militer dikenai tindakan disipliner atas tuduhan “melakukan perbuatan tidak senonoh” di sebuah hotel.

Menurut sebuah sumber di kepolisian Kolombia, insiden itu melibatkan pelacur-pelacur yang dibawa ke hotel itu. Kontroversi yang melebar ini membayang-bayangi topik-topik yang lebih berbobot pada KTT dua hari yang dimulai hari Sabtu.

“Saya menghadiri pertemuan sambil makan pagi untuk membahas isu perdagangan dan narkoba, tetapi satu-satunya hal yang ingin dibicarakan delegasi-delegasi lain adalah cerita tentang para personil dinas rahasia Amerika dan pelacur-pelacur itu,” kata seorang diplomat Amerika Latin di kota Cartagena sambil tertawa kecil.

Kantor Berita Reuters melaporkan, warga setempat berang dengan publisitas buruk kota mereka, dan skandal itu membuat orang mengernyitkan dahi di seluruh kawasan itu.

“Para pengawal Obama diusir dari Kolombia karena isu pelacuran – memalukan orang-orang Amerika itu yang berpandangan Amerika Latin adalah tempat pelacuran dan mereka bersikap seperti itu juga,” tulis komentator politik Venezuela yang beraliran kiri, Nicmer Evans di Twitter.

Upaya pendekatan yang dilakukan Obama terhadap kawasan itu – yang telah dirusak oleh kepala-kepala berita besar dari Cartagena – juga menunjukkan situasi yang langka terjadi, yaitu persatuan di antara negara-negara Amerika Latin yang beraliran kiri dan konservatif untuk membolehkan Kuba yang dikuasai komunis ikut dalam KTT mendatang.

Menteri Luar Negeri Argentina mengatakan deklarasi akhir KTT terhalang karena isu Kuba itu. Walaupun 32 negara mendukung diikutsertakannya Kuba dalam KTT negara-negara Amerika mendatang, Amerika menentangnya.

“Kami telah memutuskan untuk tidak ikut dalam KTT Negara-negara Amerika mendatang tanpa kehadiran Kuba,” kata ALBA, blok negara yang didirikan Presiden Venezuela Hugo Chavez yang anti-Amerika. Tidak seperti KTT-KTT sebelumnya, dukungan untuk Kuba juga datang dari Kolombia, sekutu terdekat Amerika di Amerika Selatan.

Acara kerja KTT hari Minggu akan menambah ketegangan pada sistem diplomasi belahan bumi ini yang didominasi Amerika yang dibangun di seputar Organisasi Negara-negara Amerika, tetapi sulit berkembang dengan perubahan-perubahan belakangan ini di kawasan itu.

Tanpa menyebut skandal itu, Obama menyangkal tuduhan ia mengabaikan Amerika Latin sambil mengatasi konflik-konflik di Irak dan Afghanistan dan memprioritaskan negara-negara lain yang jauh.
XS
SM
MD
LG