Tautan-tautan Akses

Desa Safe Haven, Komunitas Ramah Lingkungan di Utah

  • Susy Tekunan

Sterling Allan, salah satu pembangun dan calon penghuni komunitas ramah lingkungan di Safe Haven.

Sterling Allan, salah satu pembangun dan calon penghuni komunitas ramah lingkungan di Safe Haven.

Hidup tanpa listrik dan gas? Sebuah komunitas di Utah membuktikan mungkin saja untuk mengandalkan energi alami yang dapat diperbaharui

Setiap akhir pekan Sterling dan Cherri Allan memboyong empat anak mereka ke sebuah lahan seluas 36 hektar di pedalaman negara bagian Utah. Di lahan yang mereka beli sekitar setahun lalu ini mereka dan enam orang lain bertekad untuk memulai hidup ramah lingkungan dan membentuk komunitas baru bernama Safe Haven. Kegiatan mereka tiap akhir pekan adalah membangun rumah dari bahan alami seperti tanah, lumpur dan serpihan pohon pinus untuk membuat tembok rumah.

Pasangan suami-istri Sterling dan Cheri Allan bekerja sama untuk membangun rumah mereka yang ramah lingkungan.

Pasangan suami-istri Sterling dan Cheri Allan bekerja sama untuk membangun rumah mereka yang ramah lingkungan.

"Bagi sebagian besar dari kami, ini adalah impian hidup," kata Sterling Allan. Proyek ini bukan hal baru. Berbagai komunitas dibentuk diseluruh dunia dengan berbagai tujuan. Kebanyakan diantara mereka bermaksud untuk membentuk komunitas baru dengan mengandalkan berbagai keahlian anggotanya. Safe Haven sendiri terdiri dari berbagai profesional seperti akuntan, agen rumah, peneliti energi alternatif, penyembuh dan pengusaha. Keahlian mereka ini bisa digabungkan untuk keuntungan komunitas.

Sekelompok warga Safe Haven mengangkat hasil campuran untuk tembok.

Sekelompok warga Safe Haven mengangkat hasil campuran untuk tembok.

Mereka melakukan berbagai praktek ramah lingkungan mulai dari bangunan rumah ramah lingkungan, memasak dengan kompor matahari sampai rencana membuat kebun sayur dan buah-buahan sebagai sumber penghasilan. Tekad mereka untuk melindungi alam termasuk tidak membunuh binatang yang mereka temui di lahan, seperti ular, rusa dan menjaga gundukan rumah semut di dekat tenda makan siang mereka.

Warga membangun tembok rumah yang ramah lingkungan dari campuran tanah liat.

Warga membangun tembok rumah yang ramah lingkungan dari campuran tanah liat.

Rumah pertama yang berdiri dinamakan rumah musyawarah mengingat pentingnya pengambilan keputusan sebagai komunitas dengan banyak anggota dari latar belakang berbeda. Selama ini mereka selalu menggunakan pengambilan suara untuk mengambil keputusan. "Mengambil keputusan adalah hal yang paling sulit dilakukan dalam hidup bermasyarakat seperti ini karena melibatkan banyak orang," ujar Susan Carter, seorang anggota pendiri Safe Haven.

Warga Safe Haven menggunakan panel sinar matahari untuk menangkap sumber energi mereka.

Warga Safe Haven menggunakan panel sinar matahari untuk menangkap sumber energi mereka.

Renee Shaw, seorang anggota Safe Haven, menjelaskan bagaimana mereka memilih anggota baru dalam komunitas. Mereka menerima siapa saja suka kedamaian. Renee dan Sterling juga menjelaskan kalau mereka bukan kelompok hippies yang hidup anti-kemapanan, tidak ada poligami dan seks bebas diantara mereka bahkan banyak diantara mereka cenderung punya pandangan politik yang konservatif.

Mereka berencana akan mulai pindah ke lahan ini dalam kurun waktu dua tahun mendatang dan sebagian besar dari mereka akan tetap melakukan pekerjaan sehari-hari mereka. Baik pulang pergi ke kantor atau bekerja dari rumah baru mereka.

XS
SM
MD
LG