Tautan-tautan Akses

AS

Deplu AS Rilis Email Clinton


Calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Rodham Clinton

Calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Rodham Clinton

Deplu AS merilis online 296 email mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton yang terkait dengan serangan di Kedutaan Besar AS Benghazi, Libya pada tahun 2012.

"Dokumen yang kami rilis untuk publik hari ini telah ditunjukkan pada Tim Pansus beberapa bulan yang lalu, yang mencakup email selama dua tahun, dan terkait dengan keamanan dan serangan Kedutaan Besar AS di Benghazi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Marie Harf dalam sebuah pernyataan yang dirilis Jumat pagi (22/5).

"Email yang kami rilis hari ini tidak mengubah fakta penting atau pemahaman kami tentang kejadian itu sebelum, selama atau setelah serangan, yang telah diketahui sejak laporan Dewan Kajian Akuntabilitas independen tentang serangan Benghazi yang dirilis hampir dua setengah tahun lalu," tambahnya dalam pernyataan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS terus mengkaji sisa email sebanyak 55.000 halaman yang dirilis oleh Clinton tahun lalu, dan akan tersedia untuk publik pada situs Freedom of Information Act (FOIA) Deplu AS.

Email-email tersebut menjadi bahan pertikaian setelah diketahui bahwa Clinton, calon presiden dari Partai Demokrat untuk pemilu tahun 2016 yang akan berkampanye di New Hampshire, Jumat (22/5), menggunakan akun email pribadi ketika menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS.

Hakim federal telah meminta Departemen Luar Negeri AS hari Kamis (21/5) untuk mengeluarkan jadwal rilis 300 email terkait operasi di Benghazi, dimana empat warga Amerika, termasuk Dubes, tewas dalam serangan tersebut. Email itu telah diserahkan kepada komite khusus DPR yang menginvestigasi insiden tersebut.

The New York Times mempublikasikan online sebagian email tersebut pada hari Kamis (21/5).

Walaupun pengkritik Clinton khususnya tertarik pada email-email Benghazi, beberapa penyelidikan kongres tidak menemukan bukti yang mengaitkan Clinton dengan kegagalan melindungi warga AS yang tewas tersebut.

Seruan untuk merilis email

Clinton menyerukan Departemen Luar Negeri AS untuk segera merilis email-email tersebut.

"Saya dukung apapun yang bisa mereka lakukan untuk mempercepat proses itu," kata mantan ibu negara dan senator AS tersebut kepada wartawan pada acara kampanye di Cedar Falls, Iowa, pada 19 Mei. "Saya ingin email-email itu dipublikasikan segera."

Clinton, calon presiden utama dari Partai Demokrat pada pemilihan tahun 2016, menerima kritik keras atas berbagai isu: selain akun email pribadi, kerja sosialnya lewat Clinton Foundation dan pidato berbayar, dan dokumen yang menunjukkan ia mendukung keringanan pajak untuk organisasi nirlaba ketika sedang mencari dana untuk perpustakaan presiden.

Akun email pribadinya menggunakan server pribadi di rumahnya di New York dan bukan menggunakan server pemerintah. Ia mengatakan lebih senang menggunakan email pribadi dan menekankan bahwa ia tidak melanggar peraturan.

Clinton menghapus sekitar 30.000 email dari akun pribadinya yang menurutnya hanya untuk kepentingan pribadi, dan menyerahkan apa yang menurutnya terkait dengan pekerjaan kepada Departemen Luar Negeri.

"Kalau dipikir lagi, seharusnya saya menggunakan akun email kedua dan membawa dua hp, tapi saat itu, apa yang saya lakukan kelihatannya bukan sebuah masalah," kata Clinton pada wartawan di PBB pada bulan Maret lalu.

Kampanye

Sementara itu, setelah berminggu-minggu menghadiri acara berskala kecil di kota-kota kecil bersama "warga Amerika biasa," Clinton menetapkan tanggal untuk kampanye besar pertamanya untuk pencalonannya di pemilu 2016 nanti.

"Siap-siap: Hillary akan melakukan pidato pengumuman kampanye resminya di acara kampanye besar pertamanya pada tanggal 13 Juni," bunyi tweet yang ditulis stafnya hari Kamis (21/5). Namun stafnya tidak mengatakan di mana kampanye itu akan berlangsung.

Melakukan rally kampanye adalah landasan kampanye politik Amerika, dan diramaikan dengan pesta pin, bendera dan spanduk-spanduk yang merupakan atribut penting dalam sebuah kampanye.

Materi laporan ini dari Reuters, AFP dan AP.

XS
SM
MD
LG