Tautan-tautan Akses

AS

Deplu AS Rilis 7.000 Lagi Email Hillary Clinton


Kandidat calon presiden dari Partai Demokrat AS, Hillary Rodham Clinton, menyapa warga di Gorham, New Hampshire (4/7). (AP/Robert F. Bukaty)

Kandidat calon presiden dari Partai Demokrat AS, Hillary Rodham Clinton, menyapa warga di Gorham, New Hampshire (4/7). (AP/Robert F. Bukaty)

Clinton membantah mengirim atau menerima satu pun email rahasia. Tetapi sebagian rakyat pemilih mengatakan mereka tidak yakin Clinton telah benar-benar jujur mengenai masalah tersebut.

Departemen Luar Negeri AS telah merilis 7.000 halaman email kandidat calon presiden Partai Demokrat, Hillary Clinton, yang dikirim dan diterima ketika dia menjabat sebagai menteri luar negeri.

Kehebohan atas penggunaan akun email pribadi bukannya akun dinas oleh Clinton tampaknya telah berdampak buruk pada kampanyenya untuk menjadi calon presiden.

Clinton membantah mengirim atau menerima satu pun email rahasia. Tetapi sebagian rakyat pemilih mengatakan mereka tidak yakin Clinton telah benar-benar jujur mengenai seluruh masalah tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Mark Toner mengatakan Senin (31/8) bahwa kira-kira 150 dari email Clinton telah ditandai kembali sebagai rahasia setelah email tersebut diperiksa oleh inspektur jenderal masyarakat intelijen. Toner mengatakan bahwa sejauh ini, tampaknya tidak ada dari email itu ditandai sebagai rahasia atau paling rahasia pada waktu Clinton mengirim atau menerimanya.

Departemen Luar Negeri AS telah mengatakan bahwa penilaian email yang telah dikirim pada waktu lewat adalah rutin.

Clinton telah mengizinkan Departemen Luar Negeri membuka 55 ribu halaman email dalam akun pribadinya kepada publik. Dia membantah berbuat salah dan mengatakan lebih mudah menggunakan satu akun email dan satu alat elektronik ketika dia menjabat sebagai menteri luar negeri.

“Jika diingat kembali, lebih baik jika saya menggunakan akun email yang kedua dan membawa telepon yang kedua,” kata Clinton sebelumnya tahun ini. “Tetapi pada waktu itu, menggunakan satu akun kelihatannya tidak masalah.”

Para pengecam menuduhnya membuat emailnya terbuka bagi peretas dan mata-mata asing karena ia tidak menggunakan akun resmi. Mereka juga menuduh bahwa dia sedang berusaha menyembunyikan komunikasi yang menghebohkan, termasuk komunikasi mengenai serangan teroris maut terhadap konsulat Amerika di Benghazi, Libya tahun 2012.

XS
SM
MD
LG