Tautan-tautan Akses

AS

Deplu AS: Dialog dengan Taliban akan Berlangsung Pekan Depan


Kantor Taliban di Doha yang dibuka tanggal 18 Juni yang lalu, menimbulkan kegusaran pemerintahan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, karena memasang papan nama bertuliskan "Kantor Emirat Islam Afghanistan" dan mengibarkan bendera Emirat Islam di kantor baru tersebut.

Kantor Taliban di Doha yang dibuka tanggal 18 Juni yang lalu, menimbulkan kegusaran pemerintahan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, karena memasang papan nama bertuliskan "Kantor Emirat Islam Afghanistan" dan mengibarkan bendera Emirat Islam di kantor baru tersebut.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan pihaknya memperkirakan pembicaraan langsung yang diusulkan dengan Taliban akan dilakukan di Doha dalam beberapa hari mendatang.

Pembicaraan Doha sedianya diadakan hari Kamis, dengan perundingan yang melibatkan delegasi Taliban dan para pejabat tinggi Amerika. Tetapi Presiden Afghanistan Hamid Karzai, yang tampaknya kesal dengan pembukaan kantor politik Taliban di kota itu, keberatan dan mengatakan pemerintahnya tidak akan mendukung perundingan itu.

Keberatan Karzai terfokus sebagian pada cara Taliban meresmikan kantornya di Doha sebelumnya pekan ini, dengan menaruh papan nama yang menyebut fasilitas itu sebagai “Kantor Emirat Islam Afghanistan” dan menaikkan bendera Emirat Islam.

Para pejabat mengatakan papan nama Taliban itu sudah diganti dengan yang disepakati sebelumnya yaitu “Kantor Politik Taliban Afghanistan,” sebuah langkah yang disebut jurubicara Departemen Luar Negeri Amerika Jen Psaki hari Kamis sebagai “positif.” Ditambahkan, Amerika Serikat tetap terfokus pada upaya tetap melaksanakan perundingan karena itu adalah cara terbaik menuju solusi dan rekonsiliasi politik.
XS
SM
MD
LG