Tautan-tautan Akses

AS

Deplu AS: Clinton Tidak Ikuti Pedoman Penggunaan Email


Hillary Clinton, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS, menyerahkan HP-nya setibanya di Den Haag, Belanda untuk menghadiri sebuah pertemuan (Foto: dok).

Hillary Clinton, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri AS, menyerahkan HP-nya setibanya di Den Haag, Belanda untuk menghadiri sebuah pertemuan (Foto: dok).

Para pejabat senior Departemen Luar Negeri menyatakan tidak ada bukti Clinton meminta persetujuan untuk menggunakan akun email pribadinya sewaktu melakukan tugas resmi, dan bahwa jika ia meminta, ia tidak akan diizinkan.

Laporan Inspektur Jenderal Departemen Luar Negeri Amerika yang bocor menyatakan Hillary Clinton tidak mengikuti pedoman sewaktu ia menggunakan server email pribadi untuk melaksanakan tugasnya sewaktu menjabat menteri luar negeri.

Laporan itu dijadwalkan dilansir hari Kamis. Tetapi isinya bocor ke para wartawan sehari sebelumnya.

Para pejabat senior Departemen Luar Negeri menyatakan tidak ada bukti Clinton meminta persetujuan untuk menggunakan akun email pribadinya sewaktu melakukan tugas resmi, dan bahwa jika ia meminta, ia tidak akan diizinkan. Para pejabat seharusnya menggunakan akun email pemerintah karena alasan keamanan dan ketentuan mengenai penyimpanan arsip federal.

Laporan tersebut mempelajari praktik email menteri luar negeri sekarang ini John Kerry, dan beberapa pendahulu Clinton, termasuk Condoleezza Rice, Colin Powell dan Madeleine Albright. Laporan ini mdenyebutkan ini merupakan masalah lama di departemen luar negeri, tetapi memberi catatan khusus mengenai penggunaan sistem email pribadi Clinton. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG