Tautan-tautan Akses

AS

Deplu AS: 17 Negara Gagal Perangi Perdagangan Manusia


Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton menyebut perdagangan manusia sebagai 'perbudakan modern' dalam pengumuman hari Selasa (19/6).

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton menyebut perdagangan manusia sebagai 'perbudakan modern' dalam pengumuman hari Selasa (19/6).

Laporan tahunan Deplu AS yang diumumkan Selasa (19/6) menyebut ke-17 negara itu 'hampir tidak melakukan apapun untuk melawan perdagangan manusia'.

Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan ada 17 negara yang hampir tidak melakukan apapun untuk melawan perdagangan manusia dan mungkin terlibat dalam kejahatan semacam itu.

Dalam laporan tahunan mengenai perdagangan manusia, Departemen Luar negeri menyebut ke 17 negara itu sebagai negara asal, transit dan tujuan kejahatan-kejahatan seperti perbudakan seks, kerja paksa dan perekrutan tentara anak-anak.

Dalam acara pengumuman laporan itu, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan ia cenderung menggunakan istilah “perbudakan modern” dari pada perdagangan manusia. Ia mengatakan kata perbudakan tepat arti tentang apa yang sesungguhnya terjadi.

Clinton mengatakan 27 juta orang diseluruh dunia adalah korban perbudakan modern. Ia mengatakan tugas mereka yang membasmi kejahatan itu adalah memulihkan harapan dan mimpi para korban.

Berdasarkan UU Amerika, negara-negara yang gagal untuk membasmi secara efektif perdagangan manusia kemungkinan akan menghadapi sejumlah sanksi termasuk penghentian seluruh bantuan kemanusiaan. Amerika mungkin juga menentang bantuan keuangan dari Bank Dunia dan IMF untuk negara-negara tersebut.
XS
SM
MD
LG