Tautan-tautan Akses

AS

Depkeu AS akan Tawarkan Sekuritas dengan Bunga Variabel


Menteri Keuangan AS Jack Lew (foto: dok). Depkeu AS mengumumkan rencana menjual sekuritas dengan tingkat bunga variabel tahun depan.

Menteri Keuangan AS Jack Lew (foto: dok). Depkeu AS mengumumkan rencana menjual sekuritas dengan tingkat bunga variabel tahun depan.

Pemerintah Amerika hari Rabu (6/11) mengatakan tahun depan akan mulai menjual sekuritas Departmen Keuangan dengan tingkat bunga variabel.

Pemerintah Amerika mengatakan tahun depan pihaknya akan mulai menjual sekuritas Departmen Keuangan dengan tingkat bunga variabel. Ini adalah sekuritas baru pertama Departemen Keuangan Amerika dalam 17 tahun.

Para pejabat Departemen Keuangan Amerika hari Rabu mengatakan bahwa penawaran awal pada tanggal 29 Januari akan berada dalam kisaran 10 miliar dolar sampai 15 miliar dolar. Lelang akan dilakukan setiap bulan.

Sekuritas itu nantinya akan jatuh tempo dalam jangka waktu dua tahun dan tingkat suku bunganya akan bisa naik atau turun. Suku bunga itu akan dikaitkan dengan suku bunga obligasi berjangka tiga bulan Departemen Keuangan Amerika.

Pemerintah Amerika mengharapkan semakin banyak investor akan tertarik pada prospek pendapatan lebih tinggi jika suku bunga naik. Pemerintah Amerika juga percaya daya tarik sekuritas baru itu akan mengimbangi risiko keharusan membayar lebih banyak untuk meminjam dana.

Dalam siaran pers yang mengumumkan sekuritas baru Departemen Keuangan itu, Matthew Rutherford, Asisten Menteri Keuangan untuk pasar keuangan, mengatakan Kongres Amerika seharusnya tidak menunda persetujuan peningkatan plafon utang sebelum tenggat waktu berikutnya tanggal 7 Februari 2014.

Pada tanggal itu, penangguhan plafon utang saat ini akan berakhir dan Departemen Keuangan akan terpaksa mulai menggunakan berbagai manuver pembukuan agar tidak melanggarnya.

Sementara itu, sebuah pengukur kesehatan ekonomi Amerika pada masa mendatang naik mantap bulan September, mengisyaratkan ekonomi Amerika membuat kemajuan sebelum penutupan sebagian operasi atau shutdown pemerintah selama 16 hari.

Conference Board mengatakan indeks berbagai indikator utama naik 0,7 persen pada bulan September, menjadi 97,1. Kenaikan itu terjadi setelah kenaikan serupa pada bulan Agustus dan merupakan kenaikan kelima dalam enam bulan.

Indeks ini dirancang untuk memberikan isyarat kondisi ekonomi dalam tiga sampai enam bulan ke depan.

Ken Goldstein, ekonom Conference Board, mengatakan kinerja bulan September itu merupakan pertanda bahwa ekonomi Amerika berekspansi sedikit dan mungkin mendapat momentum sebelum shutdown.

Dia mengatakan bahwa tantangan ekonomi terbesar ke depan adalah permintaan konsumen yang relatif lemah, yang mencerminkan kenaikan upah lemah dan rendahnya tingkat keyakinan konsumen.
XS
SM
MD
LG