Tautan-tautan Akses

AS

Departemen Kehakiman AS Akan Segera Periksa Kembali Email Clinton 


Asisten dekat Hillary Clinton, Huma Abedin, berjalan mendahului kandidat presiden AS dari Partai Demokrat itu rumah Clinton di Washington. (Foto: Dok)

Asisten dekat Hillary Clinton, Huma Abedin, berjalan mendahului kandidat presiden AS dari Partai Demokrat itu rumah Clinton di Washington. (Foto: Dok)

Departemen Kehakiman mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan FBI untuk "secepat mungkin" melakukan penyelidikan kembali atas email Hillary Clinton.

Pejabat senior Departemen Kehakiman, Peter Kadzik, memberikan jaminan tertulis hari Senin (31/10) ke beberapa anggota Senat Fraksi Demokrat, yang marah karena biro federal itu mengumumkan penyelidikan baru tersebut begitu dekat dengan pemilihan presiden.

"Kami menjamin bahwa Departemen Kehakiman akan terus bekerja sama dengan FBI dan bersama-sama mengerahkan semua sumber daya yang diperlukan dan mengambil langkah yang tepat secepat mungkin," tulis Kadzik. "Kami berharap informasi ini membantu."

Direktur FBI, James Comey memberitahu Kongres hari Jumat bahwa aparat penegak hukum akan memeriksa setumpuk email baru Clinton yang ditemukan pada komputer mantan anggota Kongres Anthony Weiner. Weiner adalah suami pembantu dekat Clinton, Huma Abedin yang kini hidup terpisah.

Weiner dituduh menulis email seks secara eksplisit kepada seorang gadis 15 tahun. Weiner dan Abedin mungkin menggunakan komputer yang sama.

Comey mengatakan, peneliti menemukan email yang mungkin erat dengan penyelidikan mereka sebelumnya ke dalam email yang dikirim dan diterima oleh Hillary Clinton, semasa dia menjadi menteri luar negeri.

Clinton dan pihak Demokrat sangat senang ketika Comey menangguhkan penyelidikannya pada bulan Juli, yang mengatakan bahwa Clinton "ceroboh" dalam menangani emailnya, namun tidak berbuat sesuatu kejahatan. [ps/al]

XS
SM
MD
LG