Tautan-tautan Akses

AS

Sengketa Imigrasi Ancam Penutupan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS


Mitch McConnell, pemimpin faksi mayoritas di Senat dari Partai Republik berbicara kepada media (foto: dok).

Mitch McConnell, pemimpin faksi mayoritas di Senat dari Partai Republik berbicara kepada media (foto: dok).

Anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri AS akan kadaluwarsa hari Jumat (27/2), yang berarti sekitar 30.000 pegawai mungkin akan dirumahkan.

Sengketa politik kembali mengancam penutupan sebagian operasi pemerintah Amerika, kali ini terkait anggaran untuk kebijakan imigrasi Presiden Barack Obama dan Departemen Keamanan Dalam Negeri.

Anggaran untuk departemen itu akan kadaluwarsa hari Jumat, yang berarti sekitar 30.000 pegawai mungkin akan dirumahkan sementara 200.000 lain yang berstatus esensial harus bekerja tanpa upah hingga sengketa itu terselesaikan.

Anggota Kongres dari Partai Republik dan Demokrat ingin mengesahkan anggaran baru sebesar 40 miliar dollar bagi departemen itu, yang berfungsi menjaga perbatasan Amerika, pos-pos pemeriksaan di bandara serta menyediakan keamanan bagi presiden dan keluarganya.

Tetapi faksi Republik ingin memblokir bagian anggaran untuk kebijakan Presiden Obama yang menangguhkan deportasi hampir lima juta imigran gelap. Kebijakan itu menangguhkan deportasi terhadap para imigran muda yang masuk Amerika karena dibawa secara gelap oleh orangtua mereka.

Mitch McConnell, pemimpin faksi mayoritas di Senat dari Partai Republik, mengatakan akan membagi dua RUU anggaran itu dan melakukan voting terpisah atas kebijakan imigrasi Presiden Obama. Tetapi masih belum jelas apakah para anggota faksi Republik akan menerima strategi tersebut.

Kebijakan imigrasi itu memicu kemarahan Partai Republik, yang menganggapnya di luar batas kewenangan Obama sebagai presiden. Tetapi Partai Demokrat berkeras kebijakan itu serupa dengan kebijakan imigrasi yang diambil presiden-presiden sebelumnya, termasuk yang berasal dari Partai Republik.

XS
SM
MD
LG