Tautan-tautan Akses

Densus Bongkar Jaringan Bom Bekasi dan Sita Barang Bukti

  • Yudha Satriawan

Polisi bersenjata lengkap menjaga ketat lokasi penggeledahan ulang ruko yang dihuni terduga teroris NS di Ngruki Sukoharjo (Foto: VOA/Yudha)

Polisi bersenjata lengkap menjaga ketat lokasi penggeledahan ulang ruko yang dihuni terduga teroris NS di Ngruki Sukoharjo (Foto: VOA/Yudha)

Densus anti teror terus berhasil membongkar dan menangkap sejumlah anggota jaringan bom Bekasi yang tersebar disejumlah daerah. Ratusan amunisi dan puluhan liter cairan kimia disita, dan penggeledahan ulang dilakukan untuk mendapat barang bukti lengkap.

Puluhan polisi bersenjata lengkap kembali mendatangi dan menggeledah sebuah bangunan bertingkat dua di Jalan Semen Romo 80B, Ngruki, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Selasa siang (13/12). Bangunan ini dikontrak terduga teroris berinisial NS, yang ditangkap densus anti teror di Bekasi pekan lalu bersama dua orang lainnya. Selama hampir dua jam densus anti teror dan polres Sukoharjo berada di dalam bangunan tersebut. Salah seorang perwira polisi di lokasi yang enggan disebutkan identitasnya mengaku adanya penggeledahan ulang.

“Bangunan ini kita geledah dulu, untuk sementara belum bisa dipakai untuk aktifitas biasa. Nanti setelah penggeledahan, ya,” jelasnya.

Dari pantauan di lokasi penggeledahan, garis polisi tampak dipasang sekeliling bangunan bertingkat dua tersebut. Puluhan polisi bersenjata lengkap terlihat menjaga ketat lokasi ini. Sebuah mobil identifikasi kriminal diparkir di depan bangunan yang digeledah densus anti-teror dan polres Sukoharjo ini. Polisi kemudian mencopoti sebagian garis polisi yang terpasang.

Bangunan ruko ini sempat dihuni terduga teroris NS sebelum ditangkap densus anti teror di Bekasi pekan lalu. Densus anti teror dan polisi Sukoharjo, Minggu (11/12) sudah menggeledah bangunan tersebut dan menyita berbagai barang bukti antara lain sepeda motor, dokumen, dan perangkat komputer. Sejumlah saksi mata menyebutkan ada atribut mirip logo ISIS yang juga disita polisi. Juru bicara keluarga pemilik bangunan, Ponxi Yoga, mengatakan pemilik tidak mengenal terduga teroris NS yang mengontrak bangunan tersebut.

“Ini bangunan milik pribadi. Untuk jualan air minum mineral ini. Yang sebelah dikontrakkan.disewa sudah lama, almarhum orang tua yang menangani. Sewanya pertahun. Keseharian NS di sini kita kurang tahu. Almarhum orang tua yang tahu semua. Kami hanya melanjutkan saja. Kalau kemarin ada yang ngomong terduga teroris itu berjualan air mineral, itu salah. Pemilik ruko ini yang berjualan air mineral. Setahu kita terduga teroris NS ini berjualan kayak toko kelontong gitu. Tapi ya tidak tahu benar atau tidak,” kata Ponxi Yoga.

Sebelum menggeledah bangunan tersebut, densus anti teror juga melakukan penangkapan dua orang terduga lain yang menjadi bagian dari jaringan bom Bekasi. Densus menangkap seorang warga berinisial WP di Klaten, Minggu (11/12). Melalui penggeledahan, polisi menyita ratusan amunisi atau peluru senjata api yang terbungkus dalam plastik, senjata tajam, dan bubuk mesiu. Densus kemudian juga menangkap seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri Islam di Sukoharjo.

Pemuda berinisial KF asal Ngawi, Jawa Timur, itu ditangkap densus di tempat tinggalnya . Dalam penggeledahan kamar kosnya di sekitar kampus tersebut, Senin (12/12), Densus dan polisi setempat menyita puluhan liter cairan kimia asam nitrat, perangkat komputer, berbagai kabel listrik, dan penanak nasi listrik.

Selama sepekan ini Densus anti teror telah menangkap tujuh anggota jaringan teroris Bom Bekasi. Tiga ditangkap di Bekasi, satu di Karanganyar, satu di Klaten, satu di Solo, dansatu lagi di Ngawi, Jawa Timur. [ys/ab]

XS
SM
MD
LG