Tautan-tautan Akses

Densus 88 Anti-Teror Geledah Rumah Tersangka Teroris di Solo

  • Yudha Satriawan

Anggota Densus 88 dalam latihan operasi penyergapan. (Foto: dok).

Anggota Densus 88 dalam latihan operasi penyergapan. (Foto: dok).

Detasemen 88 Anti-Teror (Densus 88) dan Kepolisian Solo Rabu sore (30/12) menggeledah rumah salah seorang tersangka teroris yang ditangkap sehari sebelumnya. Berbagai barang, termasuk materi yang bisa digunakan untuk merakit bom, ditemukan.

Lebih dari 50 personil polisi bersenjata lengkap menutup berbagai jalan sebuah rumah di Bulakindah Karangasem Laweyan Solo, Rabu sore (30/12). Warga sekitar dan wartawan dilarang mendekati rumah tersebut. Tampak mobil penjinak bahan peledak dan mobil identifikasi kepolisian INAFIS terparkir di dalam kompleks tersebut.

Sekelompok orang bertopeng membawa keluar empat bungkusan warna coklat keluar dari rumah menuju mobil tersebut. Sekitar setengah jam puluhan polisi menutup akses di lokasi tersebut.

Kapolresta Solo, Komisaris Besar polisi Ahmad Lutfi, saat ditemui usai polisi membuka akses ke lokasi ini mengatakan Detasemen Khusus 88 Anti-Teror dan Polresta Solo menggeledah sebuah rumah yang digunakan untuk kos-kosan, yang digunakan oleh salah seorang tersangka teroris yang ditangkap sehari sebelumnya (29/12).

“Ini adalah pengembangan dari keterangan tersangka yang sudah ditangkap densus anti teror di Solo kemarin..di TKP ini adalah tempat perakitan bom. Yang sekarang sudah kita sisir bersama detasemen khusus 88. Untuk barang yang diamankan densus , tidak bisa kita sampaikan sekarang, nanti kalau sudah pro justisia baru kita sampaikan. Sekarang belum, baru proses. Orangnya sudah kita tangkap. Identitasnya silakan tanya densus 88. Ada dua orang," jelas Kapolresta Solo, Komisaris Besar polisi Ahmad Lutfi.

"Ini rumah kontrakan..sekarang lagi disisir. Mereka warga Solo. Saya tidak bisa sebut inisial atau identitasnya, itu domain densus ya. Kemarin ditangkap dua orang. Jadi rumah ini safe house sementara bagi mereka yang sudah ditangkap densus, keterangan mereka, rumah ini disinyalir untuk merakit bom. Ini berdasarkan keterangan para tersangka yang sudah ditangkap densus,” lanjutnya.

Polisi mengangkut barang bukti dari rumah kontrakan tersangka teroris di Solo (Foto: VOA/Yudha)

Polisi mengangkut barang bukti dari rumah kontrakan tersangka teroris di Solo (Foto: VOA/Yudha)

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat yang menjadi saksi penggeledahan ini, Agus Ahmadi, mengatakan salah satu kamar di rumah tersebut yang digeledah polisi dihuni Hamzah baru tiga bulan tinggal di kamar itu.

“Ini tadi polisi membuka kamar ini, kamar nomor 8..tadi didobrak, saya lihat ada barang yang disita polisi antara lain tas, ember, gayung, penutup kepala, berbagai plat nomor kendaraan, ada juga buku. Ini kamar dihuni Hamzah, baru tiga bulan menempati. Saya belum mengenal, kartu identitas resminya pun belum saya terima..apalagi data Kartu Keluarganya..yang saya tahu dia ngekos di sini,” jelasnya.

Detasemen Khusus 88 Anti-Teror menangkap empat warga di sejumlah lokasi di Solo, Selasa sore (29/12). Dua orang diantaranya dilepaskan karena tidak terbukti. Polresta Solo membenarkan penangkapan oleh Densus 88 Anti-Teror ini namun tidak merinci identitas mereka yang ditangkap dan alasan penangkapan.

Tim VOA di Jakarta sedang berupaya mendapatkan keterangan dari Mabes Polri dan Densus 88 Anti-Teror tentang serangkaian penangkapan yang dilakukan di Solo ini. [aw/em]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG