Tautan-tautan Akses

Demonstrasi Meningkat, Rejim Penguasa di Libya Terkepung


Gedung pasukan keamanan Libya di Benghazi terbakar, Senin (21/2). Demonstran mengklaim telah menguasai kota terbesar kedua di Libya itu.

Gedung pasukan keamanan Libya di Benghazi terbakar, Senin (21/2). Demonstran mengklaim telah menguasai kota terbesar kedua di Libya itu.

Helikopter dan pesawat tempur militer Libya menyerang bagian-bagian tertentu di wilayah ibukota Tripoli, Senin.

Laporan dari Libya menunjukkan bahwa pemimpin Libya Moammar Ghadafi yang sudah berkuasa lebih dari 40 tahun terkepung oleh sebuah pemberontakan populer yang semakin diliputi kekerasan.

Laporan berita mengutip saksi mata di ibukota Libya, Tripoli, mengatakan helikopter dan pesawat tempur menyerang bagian-bagian tertentu dari kota Senin. Saksi mata di Tripoli mengatakan cabang legislatif negara itu merupakan salah satu bangunan pemerintah yang dibakar sementara para aktivis oposisi bentrok dengan pasukan keamanan dan pendukung pemerintah. Tembakan dari milisi yang dipersenjatai dilaporkan dari ibukota, di mana laporan memperlihatkan peningkatan pertempuran dari jam ke jam.

Secara terpisah, pejabat militer dari negara pulau Malta melaporkan bahwa dua pesawat tempur Libya telah mendarat disana dan pilotnya melakukan pembelotan, katanya mereka diperintahkan untuk menyerang pemrotes.

Tanda-tanda perpecahan dalam pemerintahan semakin nyata, beberapa pejabat senior, teramsuk menteri kehakiman dan para anggota misi Libya di PBB, memisahkan diri dari Kolonel Ghadafi. Deputi dutabesar Libya untuk PBB, Ibrahim Dabbashi Senin menyerukan agar Khadafi mengundurkan diri dan ia harus diadili karena kejahatan perang. Ia menuduh rejim di Libya telah “memulai genosida terhadap rakyat Libya.” Dalam wawancara dengan al-Jazeera, dutabesar Libya ke Amerika, Ali Ojli, mengecam apa yang digambarkannya sebagai “pemberangusan pemrotes” dan katanya keterlibatan masyarakat internasional penting bagi pengakhiran krisis.

Juga ada pemberitaan tentang para pejabat melarikan diri dan sejumlah pembelotan oleh duta-duta besar Libya di luar negeri. Keberadaan Ghadafi tidak diketahui. Libya dan Venezuela, keduanya, membantah laporan bahwa ia minta suaka di negara Amerika Selatan itu.

Senin, Federasi Internasional bagi HAM yang berbasis di Paris, mengatakan paling sedikit sembilan kota Libya, termasuk Benghazi, Sirte dan Misrata, berada ditangan pemrotes. Laporan-laporan ini tidak bisa dikonfirmasi secara independen karena tidak ada media asing di Libya dan televisi Libya berada dibawah kendali pemerintah.

Human Rights Watch mengatakan paling sedikit 233 orang tewas dalam lima hari kekerasan.

Departemen Luar Negeri Amerika memerintahkan keluarga kedutaan dan personil yang tidak dibutuhkan untuk meninggalkan Libya. Juga warganegara Amerika dianjurkan untuk tidak melakukan perjalanan ke Libya.

Putra Gadhafi Saif al-Islam bicara di televisi pemerintah Minggu dan mengatakan bahwa ayahnya masih tetap berkuasa dengan dukungan militer meskipun menghadapi pembrontakan anti pemerintah paling serius sejak Gadhafi mengambil alih kekuasaan dalam sebuah kudeta 1969. Saif al-Islam bersumpah bahwa pemerintah akan bertahan sampai “laki-laki terakhir, perempuan terakhir dan peluru terakhir” untuk tetap berkuasa.

XS
SM
MD
LG