Tautan-tautan Akses

Demonstrasi di Pakistan Berlanjut


Aksi duduk para pemmrotes di Islamabad, Pakistan (Foto: dok).

Aksi duduk para pemmrotes di Islamabad, Pakistan (Foto: dok).

Para pendukung Mumtaz Qadri, yang membunuh Salman Taseer tahun 2011 sewaktu menjabat gubernur Punjab, provinsi yang berpenduduk paling besar di Pakistan, tidak mau bubar sampai pemerintah memenuhi tuntutan mereka.

Ratusan aktivis Islamis menduduki persimpangan yang ramai di ibukota Pakistan, Islamabad, untuk ke-4 harinya berturut-turut sebagai protes atas eksekusi seorang pria yang membunuh gubernur provinsi yang memperjuangkan reformasi dalam undang-undang penghujatan agama negara itu.

Para pendukung Mumtaz Qadri, yang membunuh Salman Taseer tahun 2011 sewaktu menjabat gubernur Punjab, provinsi yang berpenduduk paling besar di Pakistan, tidak mau bubar sampai pemerintah memenuhi tuntutan mereka, termasuk jaminan bahwa pemerintah tidak akan mengizinkan amandemen undang-undang penghujatan agama.

Mereka juga menuntut hukuman gantung terhadap seorang perempuan Kristen yang dibela gubernur yang dibunuh itu terhadap tuduhan penghujatan agama.

Aksi duduk dekat parlemen Pakistan itu telah mengganggu kegiatan rutin perdagangan dan pemerintahan di beberapa daerah Islamabad karena pihak berwenang telah mematikan semua layanan telepon seluler di kota itu dan memblokir jalan-jalan untuk mencegah orang-orang dari daerah lain Pakistan bergabung dalam protes itu.

Demonstrasi itu dimulai hari Minggu, pada hari yang sama terjadinya aksi pemboman bunuh diri dalam perayaan Paskah di kota Lahore yang menewaskan paling sedikit 72 orang, kebanyakan warga Kristen.

Pemrotes itu berpawai di kota Islamabad, meninggalkan puing-puing penghancuran sebelum akhirnya melakukan aksi-duduk dekat parlemen Minggu malam. Polisi menggunakan gas air-mata dan peluru karet untuk mencegah mereka menggelar rapat umum di ibukota, sehingga menimbulkan bentrokan dengan pemrotes yang melukai beberapa petugas keamanan.

Pihak berwenang menaksir amukan massa itu mengakibatkan kerusakan besar terhadap infrastruktur Bus Metro, yang digunakan puluhan ribu orang, sebagian besar pegawai pemerintah.

Polisi telah menangkap lebih dari 200 orang atas keterlibatan mereka dalam kekerasan, dan para pemimpin demonstrasi telah menyertakan pembebasan mereka dengan segera dalam daftar tuntutan mereka. [ab/as]

XS
SM
MD
LG