Tautan-tautan Akses

Demonstrasi Besar Pecah Lagi di Mesir

  • Henry Ridgewell
  • Wita Sholhead

Demonstran Mesir membakar sebuah mobil di depan kantor polisi dekat piramida di Giza.

Demonstran Mesir membakar sebuah mobil di depan kantor polisi dekat piramida di Giza.

Dengan pecahnya lagi demonstrasi besar di Mesir, militer mengirim tank-tank ke lokasi-lokasi utama di Kairo, tetapi katanya terjadi penjarahan di beberapa kota dan di Musium Mesir yang terkenal di ibukota itu.

Puluhan ribu warga Mesir sekali lagi mengabaikan jam malam dan turun ke jalan-jalan untuk melampiaskan kemarahan mereka.

Tentara juga berjaga di jalan-jalan, tetapi sejauh ini para demonstran memperlakukan mereka sebagai pahlawan, memanjat tank-tank untuk menyalami tentara, dan berfoto – foto saat yang bersejarah bagi mereka dan bagi negara Mesir.

Mereka menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur. Pidatonya Jumat malam nampaknya mengakibatkan lebih banyak protes, dan kemarahan yang lebih besar, dan para demonstran mengharapkan dukungan Amerika.

Seorang demonstran mengatakan, “Apakah Amerika berpihak kepada kami atau kepada rejim? Apakah Amerika berpihak pada rakyat Mesir atau Presiden Mubarak? Kami ingin tahu sikap Amerika sekarang. Mubarak telah menjadi presiden selama 30 tahun. Ia harus mundur. Apakah Amerika berpihak kepada kami?

Tentara berjaga-jaga di gedung-gedung utama di seluruh Kairo, termasuk kantor-kantor kementerian, kedutaan Amerika dan Inggeris, dan Musim Mesir yang terkenal di dunia itu.

Polisi anti-huru hara dalam jumlah besar yang dikerahkan hari Jumat sekarang sudah ditarik.

Ketika senja tiba di Kairo tidak banyak orang yang bisa memperkirakan apa yang akan terjadi dalam beberapa jam ke depan. Gedung-gedung dan mobil-mobil polisi masih berasap dari kerusuhan malam sebelumnya, dan asap memenuhi kota. Jaringan telepon genggam sudah berfungsi lagi, tetapi saluran internet masih putus. Jam malam diberlakukan mulai jam 4 sore, tetapi dampaknya kecil.

Demonstran menuntut Mubarak untuk turun. Pengamat berpandangan Mubarak meremehkan kemarahan rakyat Mesir.

Demonstran menuntut Mubarak untuk turun. Pengamat berpandangan Mubarak meremehkan kemarahan rakyat Mesir.

Dalam pidatonya, Presiden Mubarak berjanji untuk melindungi negara dan warganya, dan setelah membubarkan pemerintahannya kemarin, mengumumkan pembentukan kabinet baru, tetapi ia menolak untuk mundur.

Para analis politik di Mesir mengatakan ia meremehkan tingkat kemarahan rakyat. Karena demonstran menyerukan agar ia mundur, dan merobek poster-poster Mubarak di seluruh Kairo dan kota-kota lain, mereka mengatakan masa depan Mubarak sebagai presiden sangat tidak pasti.

Banyak tergantung pada militer. Jika mereka menarik dukungan untuk Mubarak, para analis mengetakan Mesir akan segera punya pemimpin baru. Tetapi tugas pertama tentara adalah menjaga ketertiban sepanjang malam selagi jalan-jalan di Kairo dan kota-kota lainnya terus dipenuhi oleh para demonstran yang marah.

XS
SM
MD
LG