Tautan-tautan Akses

Demonstrasi Anti-Jepang di Tiongkok Meluas ke Puluhan Kota


Ribuan demonstran Tiongkok melampiaskan kemarahan di depan Kedutaan Besar Jepang di Beijing hari Minggu (16/9).

Ribuan demonstran Tiongkok melampiaskan kemarahan di depan Kedutaan Besar Jepang di Beijing hari Minggu (16/9).

Ribuan warga berdemonstrasi di puluhan kota Tiongkok selagi kemarahan terhadap Jepang berkenaan sengketa kepulauan di Laut Cina Selatan membara.

Di depan Kedutaan Besar Jepang di Beijing, para demonstran beringas dan melampiaskan kemarahan. Sebagian orang berteriak “Jepang, keluar dari Tiongkok!” dan lainnya mengumandangkan “Ayo Tiongkok, Ayo Tiongkok.”

Barikade kokoh berlapis pagar baja dan barisan pasukan keamanan menyulitkan para demonstran mengulangi upaya hari Sabtu untuk mendobrak pintu gerbang depan kedutaan besar itu.

Pihak berwenang mengizinkan pemrotes berdemonstrasi dalam kelompok-kelompok besar berjalan melewati depan kedutaan besar itu. Ketika melakukannya, banyak yang melempari pintu gerbang itu dengan botol, buah, dan kadang-kadang batu dan gelas.

Banyak demonstran, seperti perempuan dari Provinsi Xian, Tiongkok tengah, merasa wajib ikut berdemonstrasi.

Perempuan itu mengatakan ia ikut berdemonstrasi untuk menunjukkan bahwa Kepulauan Diaoyu milik Tiongkok. Ia mengatakan Jepang mencuri dan Tiongkok perlu merebut lagi kepulauan itu.

Minggu lalu, Jepang mengumumkan pembelian 26 juta dolar untuk menasionalisasi kepulauan yang disengketakan itu, yang perairannya kaya akan ikan dan cadangan minyak. Kepulauan itu, disebut Senkaku di Jepang, dimiliki sebuah keluarga Jepang sejak puluhan tahun.

Pejabat-pejabat Jepang mengatakan tindakan itu diambil untuk memastikan tidak ada perorangan yang bisa memicu konfrontasi dengan Tiongkok dengan membangun kepulauan tak berpenghuni itu. Tiongkok menyebut pembelian kepulauan itu oleh Jepang melanggar kedaulatan Tiongkok.

Demonstrasi anti-Jepang dilakukan di puluhan kota di seluruh Tiongkok dalam beberapa hari belakangan. Di bagian-bagian lain Tiongkok, demonstrasi tidak begitu terencana baik.

Pasukan keamanan di kota Shenzhen, Tiongkok selatan, melemparkan kaleng-kaleng gas air mata ke arah para demonstran. Beberapa demonstran melempar balik kaleng-kaleng gas air mata itu ke arah polisi dan sebuah mobil polisi dijungkirbalikkan.

Kantor berita Pemerintah Tiongkok, Xinhua, melaporkan, di Guanzhou, demonstran mendobrak sebuah hotel di sebelah konsulat Jepang, memecahkan kaca-kaca dan merusak sebuah restoran Jepang.

Pemerintah Tiongkok menghadapi masalah sulit antara mengizinkan warga untuk melampiaskan kemarahan sewajarnya dan memastikan demonstrasi tidak berubah menjadi kekerasan.

Kedutaan Besar Jepang mengatakan para demosntran di Tiongkok membakar paberik-paberik, merusak paberik-paberik perakitan, mendobrak dan menjarah toko-toko Jepang.

Berbicara kepada NHK, saluran radio pemerintah Jepang, Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda mengatakan Jepang mengutuk kekerasan itu dan mendesak kedua pihak untuk berbagi informasi dan terus melakukan kontak.
XS
SM
MD
LG