Tautan-tautan Akses

Demonstran Kaos Merah Kembali Duduki Pusat Bisnis Bangkok

  • Daniel Schearf

Seorang aktivis perempuan Thailand turut berdemo bersama di perempatan Ratchaprasong di Bangkok, Kamis (19/5).

Seorang aktivis perempuan Thailand turut berdemo bersama di perempatan Ratchaprasong di Bangkok, Kamis (19/5).

Ribuan demonstran anti pemerintah tumpah di Bangkok untuk memperingati setahun terjadinya penumpasan militer terhadap aksi protes. Para demonstran menuntut keadilan bagi 91 korban tewas dalam bentrokan politik terburuk.

Demonstran Kaos Merah hari Kamis, menduduki kembali kawasan bisnis Bangkok yang mereka duduki lebih dari setahun yang lalu.

Tetapi, tak seperti demonstrasi yang berlangsung pada bulan Maret hingga Mei tahun lalu itu, ribuan demonstran kaos merah itu mengatakan, mereka hanya akan berdemo satu hari saja.

Tahun lalu para demonstran menuntut diadakan pemilu dan perlakuan setara bagi pemimpin Kaos Merah. Tetapi setelah berdemo selama berminggu-minggu di pusat kota Bangkok, pihak militer mengakhiri demonstrasi itu dan bentrok dengan unsur-unsur bersenjata yang mendukung Kaos Merah.

Wichien, seorang insinyur di Bangkok yang berumur 30 tahun mengatakan, ia adalah salah satu demonstran yang berlindung di kuil Buddha untuk menyelamatkan diri. Ia mengatakan menyaksikan sendiri tentara melepaskan tembakan ke kuil itu dan membunuh beberapa warga sipil tak bersenjata.

Ia mengatakan pembunuh-pembunuh tersebut harus diadili dan di penjarakan sehingga ke-91 orang itu tidak tewas dengan sia-sia. Tetapi sampai saat ini, katanya, tak satupun pembunuh tersebut yang ditahan.

Sebagian dari yang tewas adalah anggota pasukan kemananan dan polisi mengatakan, beberapa korban tewas dalam demonstrasi yang berlangsung dua bulan itu, akibat ledakan perbuatan gerakan Kaos Merah.

Pemerintah Thailand mengatakan sedang menyelidiki kematian para korban dan akan menghukum yang bertanggung jawab. Tetapi kelompok HAM mengatakan beberapa pejabat yang mencoba menyelidiki kasus itu menghadapi hambatan dari pihak militer.

Bulan ini Human Rights Watch melaporkan meskipun ada bukti bahwa tentara menembaki warga sipil secara membabibuta tak ada satupun yang diadili.

Ratusan demonstran Kaos merah ditahan menyusul penumpasan itu. Kebanyakan dilepaskan karena tak ada bukti yang kuat. Tetapi lebih dari 100 anggota Kaos Merah masih dipenjarakan, dan sebagian dituduh melakukan terorisme atas keterlibatannya dalam demonstrasi tersebut.

Demonstrasi hari Kamis berlangsung sebelum pemilu yang dijadwalkan pada 3 Juli yang diperkirakan akan menjadi pertarungan ketat antara Partai Puea Thai yang didukung Kaos Merah dan Partai Demokrat yang berkuasa.

Partai Puea Thai didukung oleh mantan PM Thaksin Shinawatra yang meskipun terpilih dua kali, digulingkan tahun 2006 oleh kudeta militer. Dia tinggal di pengasingan sejak pengadilan Thailand menyatakan ia terbukti bersalah atas tuduhan korupsi tahun 2008.

Thaksin dan pendukungnya berpegang pada pendapat bahwa kelompok elit tradisional di Bangkok yang didukung militer berkonspirasi menentang mereka.

Minggu ini, adik perempuan Thaksin, Yingluck Shinawatra ditunjuk menjadi calon kuat untuk menduduki kursi perdana menteri mewakili Partai Puea Thai.

XS
SM
MD
LG