Tautan-tautan Akses

Demonstran Kecam Proposal Permudah PHK di Italia


Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, yang berpendapat bahwa pengusaha enggan menerima pegawai baru jika sulit mem-PHK saat bisnisnya lesu.

Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, yang berpendapat bahwa pengusaha enggan menerima pegawai baru jika sulit mem-PHK saat bisnisnya lesu.

Susanna Camusso, pemimpin konfederasi buruh CGIL, berjanji melakukan lebih banyak demonstrasi kecuali jika PM Matteo Renzi membatalkan proposal tersebut.

Ratusan ribu orang berdemonstrasi di Roma Sabtu (25/10) mengecam proposal Perdana Menteri Matteo Renzi untuk mempermudah pengusaha memecat pegawai.

Dua arus demonstran bertemu di jantung ibukota Italia itu dan mengakibatkan kemacetan berjam-jam. Mereka bersorak ketika Susanna Camusso, pemimpin konfederasi buruh CGIL, berjanji melakukan lebih banyak demonstrasi kecuali jika Renzi membatalkan proposal tersebut.

PM berhaluan moderat kiri itu berpendapat pengusaha enggan menerima pegawai baru jika sulit mem-PHK saat bisnisnya lesu. Berdasarkan peraturan saat ini, pengusaha sangat sulit memecat pegawai. Renzi yakin proposal barunya akan membantu memulihkan ekonomi negara itu yang sedang dilanda resesi.

Kalangan buruh mencemooh argumen tersebut.

Angka pengangguran di Italia berada diatas 12 persen. Hampir satu dari dua orang muda menganggur, dan banyak yang pergi ke luar negeri mencari pekerjaan.

Proposal Renzi, yang disebut Jobs Act, juga mengusulkan pengurangan pajak upah bagi pengusaha yang menerima pegawai muda secara penuh waktu. Selama bertahun-tahun, tren dalam bursa kerja di Italia adalah mempekerjakan orang-orang muda dengan kontrak hanya setahun sehingga banyak orang berpindah-pindah kerja temporer tanpa kepastian karir.

XS
SM
MD
LG