Tautan-tautan Akses

Warga Myanmar Tuntut Pembebasan 2 Pekerja di Thailand


Para pendeta Buddha Myanmar memegang spanduk sementara para demonstran berunjuk rasa di Rangoon, Myanmar (29/12). Mereka meneriakkan protes dan menuntut pembebasan dua pekerja migran yang dijatuhi hukuman mati di Thailand.

Para pendeta Buddha Myanmar memegang spanduk sementara para demonstran berunjuk rasa di Rangoon, Myanmar (29/12). Mereka meneriakkan protes dan menuntut pembebasan dua pekerja migran yang dijatuhi hukuman mati di Thailand.

Warga Myanmar terus mengadakan protes dan menuntut pembebasan dua orang pekerja migran yang dijatuhi hukuman mati di Thailand pekan lalu atas tuduhan pembunuhan satu pasangan wisatawan Inggris.

Ratusan pemrotes telah berkumpul di Yangon dalam beberapa hari ini, termasuk di luar kedutaan Thailand. Banyak memegang plakat yang bertuliskan “Bebaskan warga kami” dan “Kami butuh keadilan.”

Kedutaan Thailand terpaksa menutup bagian konsulernya selama sepekan akibat apa yang disebutnya “protes di luar dugaan dan berkepanjangan,” dan sebagian menghambat gerbang.

Protes juga telah pecah di perbatasan Thailand-Myanmar, yang mendorong pihak berwenang di kedua negara melakukan berbagai pembatasan sebagai tindakan berjaga-jaga.

Kedua pria Myanmar, Win Zaw Htun dan Zaw Lin, dijatuhi hukuman mati pekan lalu atas tuduhan pembunuhan dua prang wisatawan muda Inggris di pulau peristirahatan bulan September tahun 2014.

Pria itu mengatakan mereka disiksa sampai mengaku, tuduhan yang dibantah kepolisian Thailand. Pengacara mereka mengatakan bukti DNA yang dipandang sangat penting untuk menentukan vonis tidak ditangani dengan wajar.

Pekerja migran itu mengatakan mereka berencana naik banding. Tetapi kemungkinan naik banding telah gagal memuaskan banyak pemrotes, sebagian dari mereka menyerukan pemboikotan produk Thailand.

Hari Selasa, menteri luar negeri Thailand dan Myanmar berbicara melalui telepon dan setelah itu mengimbau warga mereka agar tenteram, dan mengatakan mereka tidak menghendakinya mempengaruhi hubungan diplomatik. [gp]

XS
SM
MD
LG