Tautan-tautan Akses

Demo Petani Karet di Thailand Lukai 21 Polisi


Polisi anti huru-hara Thailand menghadang para petani karet yang menghambat jalan utama di provinsi Prachuab Khirikhan, Thailand selatan (5/9).

Polisi anti huru-hara Thailand menghadang para petani karet yang menghambat jalan utama di provinsi Prachuab Khirikhan, Thailand selatan (5/9).

Polisi Thailand terpaksa menggunakan gas air mata untuk membendung massa, yang menghambat jalan utama di Thailand selatan dalam aksi demo petani karet, Jumat (6/9).

Para pejabat Thailand mengatakan sedikitnya 21 orang polisi luka-luka dalam bentrokan dengan petani perkebunan karet yang menuntut bantuan keuangan pemerintah yang lebih besar untuk membantu menutup kerugian akibat penurunan harga karet.

Wakil Perdana Menteri Pracha Promnok mengatakan polisi terpaksa menggunakan gas air mata untuk membendung massa, yang menghambat jalan utama di Thailand selatan, Jumat (6/9). Sebagian pemrotes melemparkan batu dan botol berisi zat asam acid kepada polisi. Pracha mengatakan beberapa pemuda juga menembak polisi. Sedikitnya dua mobil milik media setempat dibakar massa.

Protes pecah di kabupaten Bang Saphian, provinsi Prachuap Khrikhan, Kamis malam (5/9). Banyak penduduk setempat mendukung oposisi Partai Demokrat dan menuduh Perdana Menteri Yingluck Shinawatra meremehkan keprihatinan mereka.

Wakil Perdana Menteri Pracha dan para pejabat lain meninjau ke daerah itu hari Jumat (6/9) untuk berbicara dengan para pemimpin protes, yang telah menolak tawaran subsidi pemerintah yang dikaitkan dengan luas perkebunan yang dimiliki oleh setiap petani. Para petani perkebunan tersebut ingin dibayar dengan jaminan harga untuk produk mereka.

Thailand adalah produsen dan eksportir karet terbesar di dunia. Protes yang telah berlangsung selama dua minggu tersebut telah menangguhkan beberapa pengiriman karet ke luar negeri.
XS
SM
MD
LG