Tautan-tautan Akses

AS

Demensia Penyakit Berbiaya Tertinggi di AS


Peserta program tenis meja untuk penderita Alzheimer dan demensia di pusat tenis meja Arthur Gilbert di Los Angeles, California. (Foto: Dok)

Peserta program tenis meja untuk penderita Alzheimer dan demensia di pusat tenis meja Arthur Gilbert di Los Angeles, California. (Foto: Dok)

Studi menunjukkan bahwa biaya perawatan untuk demensia atau penyakit pikun lebih tinggi daripada kanker dan penyakit jantung.

Kanker dan penyakit jantung merupakan penyebab kematian tertinggi di Amerika, namun Alzheimer merupakan kesakitan yang paling mahal, membuat keluarga dan masyarakat harus mengeluarkan US$157 miliar sampai $215 miliar per tahun, menurut sebuah studi baru.

Biaya terbesar untuk Alzheimer dan jenis penyakit demensia (pikun) lainnya bukan untuk obat atau perawatan medis, namun untuk perawatan yang diperlukan supaya penderitanya dapat menjalani hidup sehari-hari, menurut temuan dari lembaga nirlaba RAND Corp.

Studi ini juga memberikan estimasi yang dianggap lebih akurat mengenai jumlah orang Amerika yang menderita demensia, yaitu sekitar 4,1 juta. Jumlah itu lebih sedikit dibandingkan dengan 5,2 juta yang diperkirakan Asosiasi Alzheimer.

“Garis bawahnya sama, demensia merupakan penyakit termahal di masyarakat, dan kita harus mengatasi ini,” ujar Matthew Baumgart, direktur kebijakan publik senior pada asosiasi tersebut.

Biaya langsung untuk demensia, dari obat sampai rumah jompo, mencapai $109 miliar per tahun pada 2010, menurut laporan RAND terbaru. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan $102 miliar untuk penyakit jantung dan $77 miliar untuk kanker.

Perawatan informal oleh anggota keluarga dan yang lainnya mendorong biaya total untuk demensia lebih tinggi lagi, bergantung dari bagaimana perawatan dan hilangnya upah dinilai.

“Biaya perawatan informal lebih tinggi untuk demensia dibandingkan untuk kanker atau penyakit jantung,” ujar Michael Hurd, ekonom RAND yang memimpin studi tersebut. Studi itu disponsori oleh badan pemerintah National Institute on Aging dan diterbitkan Kamis (4/4) di penerbitan kesehatan New England Journal of Medicine.

Alzheimer merupakan bentuk demensia paling umum dan penyebab kematian keenam tertinggi di AS. Demensia juga dapat diakibatkan oleh stroke atau penyakit lainnya. Persentase penyakit ini tumbuh pesat seiring menuanya populasi. Perawatan yang ada saat ini hanya memperingan gejala untuk sementara dan tidak memperlambat penyakit tersebut.

Rata-rata pasien hidup lima sampai delapan tahun setelah didiagnosa terkena Alzheimer, namun beberapa hidup sampai 20 tahun. Pada usia 80 tahun, sekitar 75 persen orang dengan Alzheimer’s dirawat di rumah jompo dibandingkan dengan 4 persen dari populasi umum, menurut kelompok Alzheimer. (AP/Marilynn Marchione)
XS
SM
MD
LG