Tautan-tautan Akses

8 Pria Penyerang Malala Dibebaskan


Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai

Peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai

Kepala polisi Pakistan mengatakan delapan dari 10 pria yang dijatuhi hukuman penjara atas serangan terhadap peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai, telah dibebaskan.

Salim Marwat, seorang kepala polisi di Lembah Swat, Pakistan, mengatakan kepada media Barat bahwa kedelapan pria itu dibebaskan karena kurangnya bukti dalam kasus mereka. Sejumlah pejabat keamanan Pakistan telah mengkonfirmasi informasi tersebut.

Di bulan April, Pakistan mengumumkan 10 pria divonis bersalah atas perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap Malala dan dijatuhi hukuman penjara minimal 25 tahun.

Ini merupakan vonis pertama bagi serangan tahun 2012 terhadap Malala, yang berusia 14 tahun saat ditembak dalam perjalanan pulang ke rumah dari sekolah di Lembah Swat. Ia selamat dan diangkut dengan pesawat untuk dirawat di Inggris, di mana ia kini tinggal.

Kelompok Taliban Pakistan mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan mengatakan akan menyasar Malala lagi bila ia kembali ke Pakistan.

Tidak ada media independen yang hadir dalam persidangan kesepuluh tersangka.

Pimpinan Taliban Pakistan (TTP), Mullah Fazlullah, yang menjadi buron setelah serangan itu dan berbagai serangan lainnya, diyakinan bersembunyi di Afghanistan bersama Ataullah Khan, pria yang dituduh menembak Malala Yousufzai dan teman-temannya.

Militer Pakistan kemudian mengambil alih kendali di Lembah Swat kembali dari tangan Taliban.

Sepuluh pria ditahan bulan September 2014 sebagai hasil dari operasi gabungan antara militer dan polisi Pakistan.

Nama Malala mulai dikenal di lingkungannya sejak ia mulai menulis sebuah blog bagi BBC Siaran Bahasa Urdu dengan nama pena Gul Makai, mengenai bagaimana Taliban tidak memperbolehkan ia dan teman-temannya mengenyam pendidikan. Malala menjadi peraih Nobel Perdamaian termuda pada tahun 2014.

XS
SM
MD
LG