Tautan-tautan Akses

8 Orang Luka-Luka dalam Demonstrasi di Kamboja


Polisi anti huru-hara Kamboja menghadang para demonstran yang dipimpin oleh pemilik stasiun radio Radio Beehive, Mam Sonando, saat berunjuk rasa menuntut ijin bagi sebuah stasiun televisi independen di Phnom Penh, Kamboja (27/1).

Polisi anti huru-hara Kamboja menghadang para demonstran yang dipimpin oleh pemilik stasiun radio Radio Beehive, Mam Sonando, saat berunjuk rasa menuntut ijin bagi sebuah stasiun televisi independen di Phnom Penh, Kamboja (27/1).

Polisi menembakkan bom asap dan menggunakan pentungan untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa di depan Kementerian Informasi di Phnom Penh, Senin (27/1).

Polisi anti huru-hara Kamboja bentrok dengan demonstran anti pemerintah hari Senin (27/1) di ibukota, mencederai setidaknya delapan demonstran.

Polisi menembakkan bom asap dan menggunakan pentungan untuk membubarkan ratusan demonstran didepan gedung Departemen Informasi di Phnom Penh.

Polisi mengatakan para demonstran, dipimpin pemilik stasiun radio Mam Sonando, menolak untuk bubar, memblokir lalulintas dan menyebabkan kemacetan.

Para demonstran itu menuntut surat ijin untuk sebuah saluran televisi baru yang akan mandiri dari pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen.

Dalam wawancara dengan VOA siaran bahasa Khmer, Sonando mengatakan demonstrasi itu menyuarakan tuntutan rakyat. Radio Beehive yang ia pimpin menyiarkan program-program VOA, Radio Free Asia dan badan penyiaran internasional lainnya.

Saat ini semua saluran TV di Kamboja memiliki hubungan dekat dengan pemerintah, yang mengatakan tidak ada frekuensi yang tersedia.

Pemerintah Kamboja melarang demonstrasi jalanan di ibukota seusai gelombang protes awal Januari yang menantang hasil pemilu tahun lalu, yang menurut pihak oposisi penuh kecurangan.

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG