Tautan-tautan Akses

Panitia Seleksi Pastikan 8 Calon Ketua KPK

  • Wella Sherlita

Aktivis antikorupsi menyaksikan pidato Presiden SBY yang meminta polisi dan jaksa menghentikan penyelidikan kasus korupsi terhadap dua pimpinan KPK tahun 2009 silam (foto: dok).

Aktivis antikorupsi menyaksikan pidato Presiden SBY yang meminta polisi dan jaksa menghentikan penyelidikan kasus korupsi terhadap dua pimpinan KPK tahun 2009 silam (foto: dok).

Ketua Panitia Seleksi Calon Ketua KPK, Patrialis Akbar, telah menyerahkan kepada Presiden SBY kedelapan nama calon ketua KPK berikut. Integritas dan kompetensi menjadi dua faktor penentu yang paling penting dalam proses seleksi.

Delapan nama yang diserahkan kepada presiden adalah hasil saringan dari 233 orang yang mendaftar. Demikian menurut Patrialis Akbar, Ketua Panitia Seleksi Calon Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kepada pers, Ketua Panitia Seleksi yang juga Menteri Hukum dan HAM ini menegaskan bahwa nama-nama calon disusun tidak berdasarkan urutan abjad nama, melainkan pada nilai tertinggi sesuai kriteria yang ditetapkan; yang meliputi integritas, kepemimpinan, independensi dan kompetensi.

Dari delapan nama calon yang diajukan, empat urutan teratas adalah nama-nama yang sudah dikenal. Mereka antara lain Bambang Widjojanto dan Yunus Hussein, yang kini menjabat sebagai Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Patrialis Akbar mengatakan, “Adapun delapan orang ini saya sebutkan rankingnya kami buat tidak berdasarkan abjad. Pertama, Bambang Widjojanto, kedua Yunus Hussein, Abdullah Hehamahua, Handoyo Sudrajat, Abraham Samad, Zulkarnaen, Adnan Pandu Praja, Aryanto Sutadi. Itulah nama-nama yang kami ajukan kepada Presiden.”

Seperti yang disampaikan salah satu anggota panitia seleksi, Rhenald Kasali, urutan ranking ini penting sebagai alat kontrol bagi masyarakat.

Ia mengatakan, “Kami membuat ranking dan kami minta ini dikawal, karena yang kita cari sebetulnya empat calon bukan delapan. Empat teratas itu benar-benar (calon) yang dapat diandalkan. Ini perbedaannya bisa jadi seperti langit dan bumi. Untuk urutan satu sampai empat kami berani merekomendasi. Tapi (urutan) lima sampai delapan itu tidak lain karena kewajiban UU, kami harus memberikan delapan nama.”

Anggota panitia seleksi lainnya, Saldi Isra, mengakui perdebatan panjang di antara mereka sering terjadi, terutama menyangkut masalah integritas dan independens. Dua hal tersebut dianggap sangat penting bagi keberhasilan kerja KPK di masa datang. Aryanto Sutadi misalnya, sempat dikecam oleh ICW karena memiliki catatan buruk di Kepolisian dengan catatan tuduhan menerima suap.

“Perdebatan terbesar ada pada figur Aryanto Sutadi. Laporan negatif dari masyarakat (sangat banyak), itu poin yang paling lama kita diskusikan,” ujar Saldi Isra.

Setelah diserahkan kepada Presiden, delapan nama calon pimpinan KPK ini selanjutnya akan dibawa ke DPR. Anggota Komisi III yang membawahi bidang hukum dan UU, Nasir Djamil kepada VOA mengatakan ia cenderung memilih Yunus Hussein yang jejak rekamnya sebagai Ketua PPATK dinilainya sangat baik.

Ia mengatakan, “Saya agak punya harapan dengan beliau (Yunus Hussein) karena 9 tahun di PPATK, cuma memang ia perlu (meningkatkan) keberaniannya, tetapi pengetahuannya cukup mumpuni. Sekarang kan pelacakan aliran-aliran dana itu penting.”

Sosiolog dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo menegaskan panitia seleksi bekerja tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun, termasuk dari partai politik ataupun Presiden.

Sebanyak 233 orang lolos dalam pendaftaran awal, dan setelah disaring terpilih 142 orang. Dari jumlah ini, hanya 17 orang yang dinyatakan memenuhi syarat dalam penulisan makalah, dan jumlahnya terus berkurang hingga sepuluh orang pada tes wawancara. Dari sinilah kemudian terpilih delapan nama yang kemudian diajukan ke Presiden SBY.

XS
SM
MD
LG